Mengenal Social Bubble Bersama SehatQ

  • 2 min read
  • Jul 06, 2021
Social Bubble

Saat ini virus corona masih membuat berbagai negara telah menerapkan kebijakan lockdown untuk menekan penyebaran virus tersebut. Di beberapa negara misalnya seperti Perancis, Malaysia, India, Thailand, dan juga Amerika Serikat yang memang telah menerapkan lockdown ataupun pembatasan kegiatan di luar rumah. Walaupun begitu, lockdown juga dinilai memiliki banyak kekurangan.

Karena ada satu kekurangan yang dinilai banyak orang yakni adalah tidak bisanya seseorang bertemu dan berinteraksi dengan sesama serta juga harus terus berada di dalam rumah. Sehingga ada akibat bagi masyarakat juga bisa menjadi stres dan mengalami gangguan mental serta juga sampai kejiwaan lainnya.

Dengan alasan tersebut, saat ini muncul social bubbles yang telah dipertimbangkan untuk menjadi pengganti lockdown. Lantas, apa pengertian social bubbles itu sendiri apakah kalian tahj? Social bubbles yang merupakan suatu grup yang berisikan sekelompok orang yakni dalam jumlah kecil, sekitar 10 individu.

Ini juga sama seperti halnya yang telah diterapkan di negara New Zealand, karena setiap orang dengan social bubbles juga harus menentukan siapa orang yang ingin ditemui. Pada kelompok ini juga harus terus menjadi satu. Untuk sisi positifnya, mereka juga dengan bebas bisa beraktivitas di luar rumah.

Walaupun begitu, agar bisa menjaga diri dengan menetapkan jarak dua meter/individu serta juga harus menerapkan gaya hidup bersih dan sehat lewat mencuci tangan serta mengkonsumsi makanan yang bergizi juga harus tetap dilakukan. Dengan begitu risiko terpapar virus juga menjadi lebih kecil.

Di, New Zealand ternyata sudah berhasil membuat pasien Covid-19 baru yang umumnya naik drastis menjadi nol. Tidak heran, para associate professor untuk departemen epidemiologi pada penyakit menular yang ada di London School of Hygiene and Tropical Medicine, Stefan Flasche juga telah menyetujui social bubbles.

Pada pengelompokan kontak sosial ini juga akan memungkinkan masyarakat bisa bergaul dengan teman-teman mereka sehingga mampu menjadi alternatif dari masalah mental akibat diberlakukannya lockdown, hal ini juga dikatakan seperti yang telah dilansir dari situs CNBC kemarin.

Akan tetapi rencananya, negara Skotlandia juga ingin menerapkan social bubbles dalam waktu dekat ini untuk memutus rantai penyebaran virus Covid-19. Pemerintah setempat juga sedang mempertimbangkan social bubbles sebagai salah satu cara Inggris kembali beroperasi secara sosial di luar rumah-rumah hal ini juga dikatakan oleh Menteri pertama Skotlandia yakni Nicola Sturgeon.

Seperti yang kita tahu, kebijakan dari lockdown ini juga tidak pasti terutama di Indonesia, misalnya ada di beberapa daerah yang masih memperbolehkan tempat tempat ramai buka seperti mall, cafe dan tempat publik lainnya termasuk wisata. Sehingga masih banyak masyarakat yang abai akan peraturan pemerintah untuk berdiam diri di rumah saja pada masa pandemi seperti sekarang ini.

Dan yang lebih anehnya lagi ada juga beberapa tokoh penting yang malah melanggar terkait peraturan lockdown ini, sehingga menuai pro dan kontra di kalangan masyarakat. Dan kemudian di bandara bandara juga masih sering WNA yang masuk ke Indonesia padahal sudah ada aturan bahwa tidak diperbolehkan masuk bagi WNA ke tanah air di masa pandemi seperti sekarang ini. Namun lagi-lagi pejabat hukum kita kecolongan dan mendapatkan data banyak WNA yang berasal dari China dan India masih bisa masuk ke Indonesia di situasi negara asal mereka sedang ada wabah varian virus Covid-19 baru.

Untuk itu artikel kesehatan ini mengajak kita semua agar selalu mematuhi apa yang telah pemerintah berikan dan dengan tujuan yang baik pula.