Ada kalanya kita perlu inisiatif untuk meningkatkan nilai mobil sendiri. Salah satunya dengan membuat sinar masing-masing lampu jadi lebih terang menggunakan relay. Bukankah di antara sekian ruas jalan, selalu ada jalanan panjang, sepi, dan gelap? Dengan sinar lampu yang lebih terang, lanskap pandangan mata pun lebih luas.

Sekilas Mengenai Relay untuk Kendaraan Bermotor

Sebetulnya tidak hanya kendaraan beroda empat saja yang butuh relay. Motor pun butuh. Dengan kata lain, relay sangat diperlukan untuk kendaraan yang biasa menelusuri jalanan gelap atau berkabut. Pemasangan relay berada pada bagian rangkaian kelistrikan kendaraan. Baik untuk kendaraan beroda empat maupun yang beroda dua.

Fungsi utama dari relay itu untuk mengalirkan sejumlah besar arus listrik menggunakan kendali kelistrikan arus kecil. Secara umum, relay itu terdiri dari 4 buah terminal. Masing-masing terminal ditandai dengan angka 85, 30, 86, dan 87. Untuk terminal angka 85 dan 86 itu berhubungan dengan elektromagnetik. Sedangkan 2 lainnya terhubung dengan kotak point.

Bagaimana Cara Mengaplikasikannya?

Untuk menerapkan ke lampu kendaraan beroda 4, ketahui dulu peran dari masing-masing terminal. Untuk terminal angka 85 berperan sebagai penghubung kabel yang berasal dari saklar lampu. Terminal angka 86 menghubungkan kabel dengan body mobil. Angka 30 untuk penghubung kabel positif dari aki dan angka 87 untuk menghubungkan kabel yang menuju ke lampu.

Ada 2 metode pemasangan relay yang bisa Anda pilih. Apakah ingin membeli satu set lengkap atau mau pasang secara manual. Kalau beli satu set penuh, biasanya sudah langsung terhubung dengan bagian socket lampu. Anda tinggal menghubungkan socket terminal positif & negatif pada aki dengan socket lampu. Pastikan tidak salah pasang, ya.

Untuk cara atau metode kedua, perlu kiat-kiat khusus. Misalnya penempatan terminal angka 30 yang harus mengarah ke kabel positif aki. Biar hasilnya maksimal, maka Anda perlu menambahkan sekring. Pada terminal 86, fungsikan sebagai port untuk kabel massa atau body kendaraan serta kabel ground. Untuk terminal 87, tetap sebagai penghubung kabel yang menuju ke lampu. Begitu pula dengan terminal 85 yang berfungsi sesuai arahan tadi.

Apa Kendala untuk Masing-Masing Teknik Pemasangan Relay?

Masing-masing metode pemasangan relay memiliki kendala atau barrier yang berbeda. Misalnya untuk metode pertama yang diharuskan membeli satu set relay. Maka, kendala utamanya ada pada ketersediaan modal uang Anda. Sebab, harga untuk satu set relay cukup mahal. Tapi dampak bagusnya, Anda hanya perlu menghubungkan ke socket lampu.

Sedangkan untuk metode kedua terbilang lebih rumit. Kalau baru pertama kali mencoba, lebih baik minta ditemani mekanik atau teknisi yang sudah andal di bidang reparasi kelistrikan kendaraan. Sekalian nanti minta diajari biar bisa praktik sendiri. Dengan kata lain, Anda wajib keluar biaya untuk teknisi lebih dulu. Tapi metode ini bagus untuk jangka panjang.

Jenis Kendaraan Apa yang Tidak Butuh Pemasangan Relay?

Sebagian besar sangat membutuhkan, ya. Terutama untuk yang berdomisili di daerah berjalanan sepi dan minim penerangan. Begitu pula di perkotaan yang mengharuskan kendaraan dalam keadaan lampu menyala saat dijalankan. Sedangkan kendaraan yang tidak terlalu butuh relay tentu kendaraan yang jarang dipakai. Selain itu sangat butuh.

Mobil yang memiliki lampu dengan daya sorot serba-terang sangat menguntungkan bagi pengendara malam. Dengan adanya pemasangan relay, potensi kecelakaan bisa diminimalisir. Dibandingkan harga yang perlu dibayarkan untuk pemasangan relay, manfaatnya jauh lebih banyak. Jadi, sama sekali tidak terasa jauh gap-nya.