Ingat sakit, pasti ingat obat. Apalagi kini ada banyak jenis obat yang bisa dibeli sendiri di apotek maupun toko obat tanpa harus pergi ke dokter untuk mendapatkan resepnya. Obat-obatan sendiri dibagi menjadi beberapa kategori dimana beberapa diantaranya adalah kategori obat bebas dan obat bebas terbatas yang bisa dibeli tanpa resep dokter. Obat bebas terbatas memiliki logo bulat berwarna biru dengan tepi garis berwarna hitam sedangkan obat bebas memiliki logo berwarna hijau dengan garis tepi berwarna hitam. Kedua jenis obat ini bisa Anda dapatkan di toko obat, apotek bahkan warung atau mini market. Meski begitu, bukan berarti Anda bisa sembarangan dalam beli obat agar tidak berakibat buruk terhadap kesehatan sendiri. Berikut ini adalah tips cara membeli obat-obatan yang pintar dan bijaksana bagi Anda yang sering membeli obat mandiri untuk mengatasi penyakit:

  • Sesuaikan dengan indikasi.

Sebelum membeli obat, pastikan Anda membaca indikasi obat terlebih dahulu yang ada di label kemasan. Beberapa obat juga memiliki produk yang berbeda dengan nama yang sama karena memiliki indikasi yang lebih spesifik. Misalnya adalah obat batuk yang dibedakan menjadi obat batuk kering, batuk berdahak atau batuk akibat alergi. Anda bisa membeli obat dengan tepat jika membaca indikasi obat terlebih dahulu dan menyesuaikannya dengan gejala yang terjadi.

  • Obat langganan.

Jika Anda sudah memiliki obat langganan atau yang sering digunakan dan manjur, ada baiknya tidak mengganti merk obat tersebut dengan yang lain. Jika kosong di satu toko, Anda lebih baik mencarinya di toko lain. Meski banyak obat dengan merk dagang berbeda namun memiliki komposisi yang sama, namun seringkali efek sugesti memberi andil cukup besar sehingga Anda akan merasa lebih cepat sembuh dengan mengkonsumsi obat langganan.

  • Bentuk sediaan.

Satu obat bisa memiliki beberapa bentuk sediaan. Misalnya obat batuk yang bisa memiliki bentuk sirup, tablet, kaplet atau sachet. Pilihlah mana yang paling sesuai untuk Anda dari segi kemudahan mengkonsumsi atau mudahnya dibawa kemana saja jika memiliki mobilitas tinggi.

  • Efek samping.

Meski umumnya efek samping obat tidak sama terhadap semua orang, namun Anda bisa mengantisipasinya dengan membaca terlebih dahulu informasi efek samping obat. Efek samping yang perlu diwaspadai khususnya adalah mengantuk karena bisa mengganggu aktifitas Anda hingga bisa membawa resiko tersendiri jika Anda mengendarai kendaraan.

  • Tanggal kadaluarsa.

Perhatikan tanggal kadaluarsa dalam setiap kemasan obat yang Anda beli untuk memastikan obat yang Anda dapatkan masih layak konsumsi. Resiko mendapatkan obat kadaluarsa juga bisa diminimalisir dengan memilih tempat membeli obat seperti membeli di apotek, toko obat dan mini market.

  • HET.

HET adalah Harga Eceran Tertinggi yang ditetapkan pemerintah untuk mengatur harga obat agar tidak terlampau mahal untuk kesehatan masyarakat. Anda bisa memperkirakan harga dengan memperhatikan HET di kemasan. Jika penjual menyebutkan harga yang lebih tinggi, ingatkan bahwa harga tersebut melampaui HET di kemasan.

Itulah beberapa tips yang bisa Anda lakukan untuk beli obat dengan pintar dan bijaksana. Meski ada banyak obat yang bisa dibeli tanpa resep dokter, namun Anda juga harus mematuhi jika obat tertentu harus dibeli dengan resep dokter seperti antibiotik sehingga jika penyakit yang ada belum juga sembuh setelah mengkonsumsi obat yang Anda beli hingga 3 hari, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter jika memerlukan obat antibiotik.