PANDEGLANG — Hari kedua pasca tsunami di pesisir pantai di Selat Sunda, Dompet Dhuafa memperluas aktivitas respon tanggap darurat. Selain melakukan respon evakuasi korban yang berada di reruntuhan, Dompet Dhuafa juga melakukan respon kesehatan berupa ALS (Aksi Layanan Sehat). Semua respon akan dilakukan di empat pos yang didirikan Dompet Dhuafa di Banten, dan Lampung sejak Minggu (23/12) kemarin.

Direktur Utama Dompet Dhuafa Filantropi, Drg. Imam Rulyawan MARS, mengatakan aktivitas Dompet Dhuafa hari ini difokuskan membantu evakuasi bersama BASARNAS, TNI dan POLRI. “Hingga siang ini (Senin 24/12), ditemukan beberapa jenazah dan tim aktivis kemanusiaan Dompet Dhuafa terus menelusuri puing-puing bangunan terutama penginapan yang berada di wilayah Carita, Tanjung Lesung dan Sekitarnya. Bantuan berupa logistik telah tersalurkan ke beberapa pos-pos Dompet Dhuafa yang hari ini akan didistribusikan ke titik-titik lokasi terparah dari bencana,” jelas Imam.

Ia menambahkan, sejauh ini Dompet Dhuafa telah mendirikan Empat Pos yang berada di Kecamatan Carita Kp. Cibeureum RT 17 RW 4, Desa Carita, Kecamatan Carita, (lokasi depan SDN Carita 1). Lalu Pos Tanjung Lesung Kp. Cikadu Desa Tanjung Jaya, Kecamatan Panimbang Kabupaten Pandeglang, dan Pos Induk Dompet Dhuafa Banten yang berada di Jl. KH. Sokhari No. 4C, Sumur Pecung, Kota Serang, Banten 42118. “Sementara Pos Dompet Dhuafa di Banten berada di Jl. Teuku Umar No.44, Sidodadi, Kedaton, Kota Bandar Lampung,” pungkasnya.

Data sementara yang berhasil dihimpun Posko BNPB hingga (Senin, 24/12) pukul 07.00 WIB pagi ini, sudah tercatat 281 orang meninggal dunia, sementara 1.016 orang luka-luka, 57 orang hilang dan 11.687 orang mengungsi. Kerusakan fisik meliputi 611 unit rumah rusak, 69 unit hotel-vila rusak, 60 warung-toko rusak, dan 420 perahu-kapal rusak,,”Menurut Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho. (adv/btl)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here