BANTEN – Erupsi anak Gunung Krakatau yang berada di Selat Sunda, pada Sabtu malam (22/12) pukul 22.30 wib, telah menyebabkan gelombang tinggi yang menyerang kawasan pesisir pantai Anyer, Provinsi Banten, hingga Lampung.

Sebagai Lembaga Kemanusiaan dunia, Dompet Dhuafa mengirimkan tim respon untuk memberikan bantuan kepada para korban terdampak tsunami yang menerjang daerah Kabupaten Pandeglang, Banten, Minggu (23/12)

Pimpinan Cabang Dompet Dhuafa Banten, Abdurrahman Usman mengatakan, Timnya sudah di lapangan untuk mengumpulkan data terdampak. “Dalam waktu dekat kita akan dirikan pos bencana untuk merespon kebutuhan dasar para korban. Saat ini korban butuh bantuan makanan siap saji, air bersih, selimut, pakaian, obat-obatan, serta layanan kesehatan,” ujarnya.

Dompet Dhuafa telah menerjunkan tim respon yang terdiri dari Disaster Management Center (DMC), Layanan Pemulasaran Jenazah (Barzah), Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC), dan respon cepat Dompet Dhuafa cabang Banten bersama para volunteer (DDV). Tim Dompet Dhuafa sudah ada sejak semalam di lokasi dan dalam akan menyusul tim medis berserta ambulans dan evakuasi yang sedang menuju tepat kejadian.

Data BNPB sementara sampai dengan 23 Desember 2018 pukul 10.00 wib, jumlah korban dari bencana tsunami di Selat Sunda tercatat 62 orang meninggal dunia, 584 orang luka-luka, dan 20 orang hilang. Sementara Korban meninggal dunia sebanyak 33 orang berada di Kabupaten Pandeglang, dan 3 orang meninggal dunia di Serang. Tidak hanya korban jiwa, tsunami juga mengakibatkan kerugian fisik meliputi 430 unit rumah rusak berat, 9 hotel rusak berat, 10 kapal rusak berat dan puluhan rusak. Di Lampung Selatan 30 unit rumah rusak berat. Daerah yang terdampak parah adalah permukiman dan wisata di Pantai Tanjung Lesung, Pantai Sumur, Pantai Teluk Lada, Pantai Panimbang, dan Pantai Carita.

Sementara, Direktur Utama Dompet Dhuafa Filantropi, drg. Imam Rulyawan MARS., menjelaskan, Hingga siang ini (Minggu, 23/12) tim Dompet Dhuafa meluncur sigap untuk membantu korban. Pos Dompet Dhuafa berlokasi di Kampung Pada, Mutiara Carita, RT 05 RW 02, Desa Carita serta di Jl. K.H Sokhari No. 4C Sumur Pecung, Serang, Banten. Alat berat juga dikerahkan untuk membantu evakuasi dan perbaikan darurat. “Kami mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk memberikan dukungan doa terkait musibah tsunami di Banten dan Lampung”. pungkasnya. (adv/btl)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here