KARAWACI – Sebagai institusi kesehatan yang memperhatikan aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Siloam Hospitals Lippo Village (SHLV) mengadakan simulasi penanggulangan kebakaran. Bertempat di Gedung A SHLV acara berlangsung dari pukul 09.00 hingga 11.30. Kamis, (6/12).

Adapun pihak eksternal yang turut serta dalam simulasi ini terdiri dari Makorem Karawaci, BPBD Kabupaten Tangerang, Town Management and Development Lippo Village, Dinas Kesehatan Kab. Tangerang, Rumah Sakit Jejaring, Suku Dinas Pemadam Kebakaran, dan Pihak Kepolisian dari Sektor Kelapa Dua.

Menurut skenarionya, terjadi kebakaran di salah satu bangsal di lantai 7 gedung A SHLV. Begitu kebakaran terjadi, sprinkler otomatis menyemprotkan air di area kebakaran. Saat bersamaan sirine kebakaran terdengar. Perawat di bangsal langsung menghubungi security melalui telepon, dan mergency code diaktifkan. Hal ini berarti bahwa semua pihak yang ada di gedung SHLV harus terlibat dalam upaya penanganan kebakaran sesuai arahan dari komando tertinggi yaitu Ketua tim K3 Rumah Sakit. Sambil api berusaha dipadamkan, karena situasi mulai tidak tekendali, maka pasien-pasien yang ada di lantai tersebut dievakuasi oleh tim security dan tim K3 serta tim perawat, sesuai tugas masing-masing.

Tim manajemen selaku koordinator lapangan memutuskan untuk meminta bantuan tim pemadam kebakaran dari Town Management and Development Lippo Village, serta tim BPBD Kabupaten Tangerang. Pihak lain yang masuk dalam jejaring pun dihubungi, seperti Rumah Sakit terdekat, utamanya RSUD Tangerang, Dinas Kesehatan Kab. Tangerang, serta Polsek Kelapa Dua, maupun Makorem terdekat. Tim bantuan dari Makorem Karawaci tiba di lokasi untuk membantu tenda darurat sebagai tempat menampung pasien yang dievakuasi. Skenario berjalan lancar, tidak ada korban dalam peristiwa ini.

Menurut Jeffry Oeswadi, Hospital Director SHLV, tujuan dari simulasi ini yaitu untuk mempererat koordinasi dengan pihak eksternal SHLV, sekaligus mengukur dan mengetahui kesiapan sarana dan prasarana yang ada di SHLV apabila terjadi bencana, sepeti kebakaran misalnya.

“Kita mengagendakan simulasi seperti ini setiap tahun agar keterampilan dan kesiapsiagaan kita selalu terasah. Ini demi keselamatan dan keamanan pasien, pengunjung dan staff kita.” ujarnya.
(rls/ady)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here