TANGERANG – Palang Merah Indonesia (PMI) Tangsel saat ini sedang melakukan sistem jemput bola kepada masyarakat.

Staff Pelayanan Pelestarian Donor Darah Sukarela (P2D2S) PMI Tangsel, M Fajar mengatakan, PMI Tangsel akan terus mensosialisasikan ke masyarakat manfaat donor darah dan mengapa harus mendonor darah.

Dengan sasaran sosialiasi yaitu pemula, karena prospek mereka kedepanya lebih nyata untuk berdonor seperti sekolah, universitas dan juga tempat umum.

“Ya kami berikan penjelasan, seperti kenapa sih kita harus donor, manfaatnya apa dan syarat yang boleh donor gimana, secara umum saja kami berikan pemahaman,” tuturnya, Kamis (6/12/2018).

Lanjutnya, dengan cara jemput bola dampak sudah sangat nyata untuk donor darah. Fajar mengatakan, di bulan November 2018 lalu saja PMI Tangsel berhasil meraih 1.600 kantong darah.

Bahkan pada perioder 2019, PMI Tangsel menargetkan 2.000 kantong darah perbulannya.

“Dampak dari sosialisasi itu ada. Daya serap kita meningkat dari 1.300 perbulan. Di November kemarin kita bisa menyentuh angka sekitar 1.600.

“Tapi tetap harus terus meningkat, karena target kita di 2019 yaitu 2.000 kantong perbulan,” jelasnya.

Ini tak lepas dari Peraturan Wali Kota nomor 14 tahun 2017 terkait pembebasan biaya pengganti pengolahan darah, dan akan diterapkan mulai tahun 2019.

Dengan pengolahan darah yang digratiskan, otomatis warga dapat menggunakan stok darah dari PMI Tangsel yang ada untuk keperluan perawatan medis secara gratis.

“Dengan adanya perwal tersebut, otomatis permintaan akan meningkat di Tangsel,” imbuhnya. (CNG)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here