JAKARTA – Dompet Dhuafa menginisiasi TALKSHOW “Millenial, Lifestyle, Zakat”. Talkshow tersebut berlangsung di Bakso Boedjangan Pejaten Lantai 2, Jl. Warung Jati Barat Ujung, Jati Padang, Pasar Minggu. Rabu, (5/12).

“Ini merupakan tantangan Dompet Dhuafa untuk menjawab panggilan zaman. Sebagai Lembaga penghimpun zakat, kami akan bekerjasama dengan berbagai pihak, instansi dan Lembaga, untuk meningkatkan pendapatan zakat, sebagai salah satu media yang dapat mengangkat martabat dhuafa. Seiring perkembangan era digital, Dompet Dhuafa terus berinovasi dalam memudahkan masyarakat untuk menyalurkan donasinya, salah satunya melalui website kami,” ucap Bambang Suherman, selaku Direktur Mobilisasi ZIS Dompet Dhuafa.

Perkembangan zaman yang menempatkan Millennials sebagai pemerannya, telah menggerakkan banyak dinamika dalam dunia ini, selama lebih dari satu dekade. Melalui keterlibatan kaum millenials baik secara langsung atau tidak langsung dalam menguatkan, meningkatkan, dan menumbuhkan penghimpunan dari potensi zakat di Indonesia.

Generasi millennial di sini adalah anak-anak muda yang saat ini berusia antara 15-35 tahun. Generasi Millennials lahir pada rentang tahun 1980an hingga 2000. Meskipun tidak lagi menjadi karyawan termuda, Millenials telah membawa banyak perubahan dalam industri digital di Indonesia. Fenomena tersebut menjadikan Dompet Dhuafa sebagai Lemabaga Amil Zakat, tidak menutup mata terhadap perubahan dan dinamika di dunia ini.

Dalam enam tahun terakhir, industri digital di Indonesia tumbuh 9,98% – 10,7% per tahun, dua kali lipat dari pertumbuhan ekonomi nasional. Maka Dompet Dhuafa berinisiatif merangkul kaum muda millenial perwakilan dari corporate, LAZ, komunitas, BDI, ormas, dan yayasan, untuk bergabung dalam agenda gerakan zakat tersebut. Sehingga kedepannya, zakat menjadi bagian lifestyle kaum millenial, dan semakin meluas manfaatnya, bagi kemajuan umat dan bangsa.

Dalam menjalin keterikatan dengan donors baru dan existing donors, Dompet Dhuafa terus berkolaborasi dengan corporate, yayasan, LAZ, BDI, ormas, dan juga komunitas. Berbagai gagasan dan karakter terjalin di dunia kerja. Menjadikan pergeseran zaman ke arah digital, menjadi pelecut pengembangan di hampir semua aspek. Potensi secara demografis yang menurut data BPS kependudukan, Indonesia sedang mengalami bonus demografis produktif di usia 20-35 tahun yang mencapai 40% dari total penduduk indonesia. Tentu harapan dari bonus demografis produktif tersebut, dapat juga meningkatkan gerkan zakat, infak, sedekah, dan wakaf di Indonesia. (adv/ady)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here