TANGERANG – Kondisi akses air minum dan sanitasi (WASH) di Desa Kayu Bangkok secara umum masih perlu dibenahi, khususnya warga RW 1 dan RW 2. Untuk meningkatkan akses air minum di daerah tersebut, pemerintah Kabupaten Tangerang membangun Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) komunal melalui program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS) pada tahun 2017. Karena keterbatasan dana, program tersebut hanya mampu melayani 40 sambungan dari instalasi  PAMSIMAS ke 40 rumah tangga kurang mampu atau sekitar 8% dari total rumah tangga di RW 1 dan  2.

Untuk membantu lebih banyak warga yang kurang mampu mengakses air minum PAMSIMAS dan sarana sanitasi yang lebih baik, Pemerintah Kabupaten Tangerang bekerjasama dengan USAID IUWASH menjalin kemitraan dengan Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (APERSI) Banten melalui Corporate Social Responsibility (CSR).

Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) APERSI Banten, Safran Edi Harianto Siregar mengatakan, tahap awal pembangunan dari SPAM Komunal PAMSIMAS ke rumah tangga dan jamban sehat keluarga akan mulai dilakukan November 2018. “Ditahap awal ini kami akan membantu pembangunan 20 sambungan dari SPAM Komunal PAMSIMAS ke 20 rumah tangga yang kurang mampu atau setara dengan 100 orang.”ujarnya saat ditemui awak media.

Ia menambahkan, pihaknya juga akan membangun dua tangki septik bagi dua rumah tangga kurang mampu yang belum mempunyai sanitasi. “Kami berharap kedepannya dengan program ini warga bisa  memanfaatkan MCK serta air bersih yang layak di dalam rumah.” ungkapnya.

Sementara, Staff Direktorat Pengembangan Penyehatan Lingkungan Permukiman (PPLP), Tiara menjelaskan, selain sinergi dan kolaborasi dari berbagai pihak peran serta masyarakat juga sangat penting dalam menjalankan program ini. “Masyarakat merupakan kunci keberlangsungan dari infrastruktur dan upaya-upaya yang sudah kita lakukan bersama demi tercapainya target program ini.” tuturnya. (btl)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here