TANGERANG – Pusat Pelatihan Tenaga Kesehatan atau Siloam Training Center (STC) yang digagas oleh Siloam Hospital Group dan bekerjasama dengan Pusat Pelatihan Sumber Daya Manusia Kesehatan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (PPSDM Kemenkes RI) ini memiliki mini hospital sebagai ruang simulasi.

Peresmian yang dihadiri oleh Caroline Riady, Deputy President Director Siloam Hospitals Group, M. Royan selaku Kepala Bidang Pengendalian Mutu Pelatihan PPSDM Kemenkes RI dan lainnya ini digelar di Gedung Fakultas Kedokteran Universitas Pelita Harapan (FK-UPH) Lt.10, Lippo Village, Kabupaten Tangerang, Senin (26/11).

Siti Komariah selaku Head of Division Siloam Training Center and Professional Development menjelaskan, STC menyediakan fasilitas ruang simulasi berupa mini hospital Iayaknya rumah sakit sebenarnya.

“Terdiri dari area registrasi, rawat jalan, rawat inap, Intensive Care Unit (ICU) & Neonatal Intensive Care Unit (NICU), ruang operasi termasuk ruang persiapan operasi dan ruang pulih sadar, emergency (IGD), ruang resusitasi, ruang observasi, serta ruang bersih dan persiapan obat, termasuk ruang pencampuran kemoterapi,” bebernya.

STC juga bekerjasama dengan organisasi profesi keperawatan kritis untuk memberikan pelatihan dalam bentuk teori dan praktik pelayanan keperawatan kritis. Seperti program pelatihan komprehensif ICU tersebut terbagi atas tiga gelombang yang masing-masing dilaksanakan dalam jangka waktu 12 minggu, dimana gelombang pertama akan dimulai pada 7 Januari 2019.

“Dengan dipandu oleh para pengajar profesional yang terdiri dari perawat berpengalaman dalam bidang critical care dan dokter spesialis Siloam Hospitals Group, pembekalan teori. Kami sangat berterima kasih untuk dukungan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) dan asosiasi profesi lairmya dalam realisasi proses pembelajaran di STC,” jelasnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan, STC juga memfasilitasi para peserta dengan akreditasi pelatihan dari PPSDM Kemenkes RI serta sertifikasi pelatihan dan keahlian dari organisasi profesi terkait. Adapun program pelatihan yang didukung oleh fasilitas ruang kelas memadai, pengajar yang kompeten, serta materi pelatihan berdasarkan evidence-based practice dan pelatihan kurikulum standar oleh PPSDM Kemenkes RI. “Usai mengikuti pelatihan, para peserta diharapkan telah mampu menjadi tenaga kesehatan yang handal dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” tutupnya. (CNG)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here