SULTENG — Ribuan orang warga terdampak banjir bandang melanda Sigi, Sulawesi Tengah (Sulteng). Jumat, (16/11) sore

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho menjelaskan, tercatat sebantak 2.259 jiwa/551 KK terbagi tiga dusun dan 10 RT terdampak. “100 KK didusun dua mengungsi,” ujar Sutopo Purwo melalui releasenya, Sabtu (17/11).

Belasan rumah di dua Dusun Desa Bangga terendam banjir bandang kemarin. Akibat hujan deras air dari hulu sungai meluap membawa material pepohonan dan batuan ke perkampungan. Jembatan di desa terhalang oleh kayu dan batu dan membuat aliran sungai berbelok ke rumah warga.

Menurut Direktur Dakwah dan Layanan Tanggap Darurat Dompet Dhuafa Filantropi, Ust. Ahmad Shonhaji mengatakan, Dompet Dhuafa sudah sebulan lebih berada di Sulawesi Tengah dalam recovery gempa dan tsunami yang menimpa wilayah tersebut. “Dan saat ini tim aktivis kemanusiaan Dompet Dhuafa sigap merespon banjir bandang yang terjadi di Sigi, selain melakukan evakuasi, tim akan membagikan bantuan bagi para pengungsi.” terangnya.

Pada Sabtu, (17/11) siang tim Dompet Dhuafa terjun ke wilayah Sigi, dengan menembus perjalanan terjal, hal ini akibat gempa yang terjadi sebelumnya, akses yang dilalui sangat sulit. Beberapa pekan lalu wilayah Sigi merupakan wilayah yang terdampak gempa, beberapa warga kembali mengungsi setelah banjir melanda. Tim Dompet Dhuafa terjun dengan membawa bantuan baik berupa logistik hingga genset.

Banjir terjadi akibat hujan sehingga menghanyutkan potongan – potongan kayu terjadi penyumbatan di sungai akibatnya air meluap ke permukiman warga desa bangga kec. Dolo selatan kabupaten Sigi sejak pukul 20:00 WITA (Jumat kemarin 16/11). Pengungsian terpusat di bukit perkebunan warga yang terbagi di beberapa titik.

“Diperkirakan jumlah pengungsi sejumlah 300 KK serta saat ini yang sangat dibutuhkan oleh warga seperti terpal, selimut, makanan, air bersih dan obat-obatan. Kondisi saat ini masih hujan hingga debit air semakin deras yg mengakibatkan akses jalan warga terputus. Sehingga bantuan yang akan disalurkan ke pengungsian terhambat.” sebut Anto tim aktivis kemanusiaan Dompet Dhuafa yang berada di Sigi. (adv/btl)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here