TANGERANG – Berdonasi sambil berlari, sebuah ajang yang di gagas PT. Putra Wijaya Mediatama (PWM) dengan dukungan Rumah Sakit Premiere Bintaro (RSPB) dan WeCare dalam Bintaro Jaya Half Marathon yang akan diselenggarakan di Bintaro Jaya Xchange Mall pada Minggu, (18/11) mendatang. Hingga saat ini ada sekitar 1200 peserta yang mendaftar dengan 3 kriteria.

Race Managemen PT. PWM, Benhur Panjaitan mengatakan, ada tiga kriteria kelas lomba Fun Run untuk pria dan wanita, yakni 5K, 10K dan kelas Lomba Half Marathon 21K. “Event ini bukan merupakan kelas kategori lomba berdasarkan Penghitungan Kecepatan Waktu (Time Laps),” ujarnya dalam Konferensi Pers di Area WICO, Bintaro Jaya Xchange Mall. Minggu (4/11).

Ia menambahkan, sedangkan untuk kriteria pemenang, setiap kelas lomba akan dilakukan pencatatan sekaligus penentuan pelari dalam kelompok 5 besar tercepat Pria-Wanita. “Half Marathon 21K untuk 5 finisher pertama masing-masing mendapat Rp 1,5 Juta. 10K dengan 5 finisher masing-masing Rp 750 ribu dan 5K dengan 5 finisher pertama mendapat uang senilai Rp 250 ribu dan tiap juara mendapatkan tambahan produk sponsor,” jelasnya.

Lanjutnya, Half Marathon ini akan dimulai pukul 05.00 WIB dan berakhir pukul 09.00 WIB. Kemudian dilanjut dengan stage program yang akan dimeriahkan dengan pengisi acar MC, DJ, Print Photo mu, Bazaar dan Lucky Draw.

Sementara Albari Perwakilan RSPB menambahkan, kegiatan olahraga lari ini juga sebagai perayaan ulang tahun RS Premiere Bintaro ke-20 bertajuk ‘Not just speed, enjoy healthy run in the professional city.’ “Kami akan menyiapkan 2 unit ambulance berikut dengan peralatan medis, sebagai antisipasi bagi peserta yang membutuhkan,” paparnya.

Denita selaku Perwakilan dari WeCare menjelaskan, bersamaan dengan event lari, pihaknya mengajak peserta menggalang dana untuk membeli 100 alat kesehatan untuk kaum disabilitas di bawah naungan Kementerian Sosial. “Ada jalur khusus untuk pendaftaran. Kemudian peserta memasukan kode wecare dalam pendaftaran. Dengan cara itu, peserta bisa menyisihkan sebagian dana untuk kaum disabilitas,” ungkapnya.

Hario Tilarso, dokter spesialis olahraga RSPB, mengatakan, lari saat ini sedang menjadi tren di semua kalangan. Ia pun mengungkapkan kepada awak media beberapa persiapan yang harus dilakukan sebelum berlari. “Diantaranya posisi kaki, asupan makanan, cara pakaian. Yang terpenting harus terlatih, saya yakin untuk mengatur nafasnya pasti bisa dan tidak mudah lelah,” tuturnya.

Sementara Ari TS, selaku perwakilan Race management mengatakan, pelaksanaan event ini semula diadakan pada 19 Agustus 2018, namun di undur karena bertepatan dengan kegiatan Asian Games. “Ini sebagai upaya memenuhi keinginan serta kebutuhan masyarakat komunitas penggemar olahraga lari khususnya di wilayah Bintaro dan sekitarnya,” imbuhnya. (rls/cng/btl)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here