TANGSEL – Selain sebagai tempat ibadah, masjid juga menjadi lembaga pembelajaran sekaligus menanamkan pemahaman ilmu agama bagi para pelajar. Karena itu, Perguruan Islam Al Syukro Univeral Ciputat membangun Masjid Al Syukro Universal.

Pembangunan Masjid Al Syukro Universal diawali dengan seremoni peletakan batu pertama pada Jumat (2/11).

Dalam acara peletakan batu pertama pembangunan Masjid Al Syukro Universal Panitia mengundang berbagai pihak terkait. Mulai dari pemerintahan Kota Tangerang Selatan seperti Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Kepala Dinas Kementerian Agama dan Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama Kota Tangerang Selatan, Camat Ciputat serta Lurah Ciputat.

Panitia juga mengundang pimpinan Yayasan dan Direksi Dompet Dhuafa Republika, Dewan Penasehat Perguruan Islam Al Syukro Universal, dan perwakilan POS dan WOTK KB/TK, SD dan SMP Islam Al Syukro Universal.

Peletakan batu pertama dilakukan secara simbolis oleh perwakilan beberapa lembaga, antara lain Ketua Yayasan Dompet Dhuafa Republika, Ismail A. Said, Dewan Penasehat Perguruan Islam Al Syukro Universal, Prof. Dr. Amin Suma M.A., Perwakilan Muwakif Al Syukro Universal, Setyastuti Surjaatmadja, Direktur DD Filantropy, drg. Iman Rulyawan, Direktur Mobilsasi Wakaf DD, Yuniarko Sukendro, Direktur BPP, Martono, Kepala Kementerian Agama Kota Tangsel, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama Kota Tangsel hingga Ketua Perwakilan Orangtua Siswa TK, SD dan SMP Al Syukro Universal.

Eko Fajar Santoso, Direktur Perguruan Islam Al Syukro Universal mengatakan, rencana pembangunan Masjid Al Syukro Universal di atas lahan seluas 466 m2 dengan luas total bangunan 620 m2 (dua lantai) yang dapat menampung sekitar 1000 jamaah.

“Masjid merupakan sebaik-baik tempat di muka bumi ini, disanalah tempat peribadatan seorang hamba kepada Allah. Dari sanalah titik pangkal pemahaman dan penyebaran sekaligus mempraktikkan ajaran tauhid”, tuturnya.

Rencana anggaran tersebut, kata Eko lebih lanjut, berasal dari para donatur yang memberikan infak dan wakaf bagi pembangunan Masjid Al Syukro.

“Panitia Pembangunan Masjid Al Syukro Universal sangat mengharapkan semua pihak untuk berwakaf demi terlaksananya pembangunan Masjid ini,” tutupnya.

Sebelumnya, karena sejumlah kendala seperti kendala finansial membuat rencana pembangunan masjid itu tertunda. Pada tahun yang ke-18 sejak didirikan atau tahun ke-8 sejak diwakafkan oleh Keluarga Oskar Surjaatmadja (Yawadai) ke Yayasan Dompet Dhuafa Republika. (adv/Juf)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here