JAKARTA – ExxonMobil bekerja sama dengan Yayasan Dompet Dhuafa membangun hunian sementara di Lombok serta upaya tanggap bencana lainnya untuk masyarakat yang terdampak di Sulawesi Tengah.

ExxonMobil Indonesia bersama karyawannya dari bisnis di hulu migas, Fuels & Lubricants, petrokimia dan Federal Karyatama memberikan bantuan lebih dari Rp2,25 miliar bagi tanggap bencana di Indonesia guna membantu masyarakat yang terdampak musibah gempa bumi di Lombok dan Sulawesi. Selasa, (16/10).

President ExxonMobil Indonesia, Louise McKenzie mengatakan, ExxonMobil dan karyawan turut bersedih atas kejadian tragis ini dan menyampaikan empati yang dalam. “Harapan kami, bantuan ini dapat memberikan dukungan sementara dalam masa sulit ini.” ujarnya.

Ia menambahkan, ExxonMobil terus berkoordinasi dengan SKK Migas dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral serta Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan pemerintah daerah guna mendistribusikan bantuan kemanusiaan tanggap bencana ke daerah yang paling membutuhkan.

“Hati kami bersama mereka yang terdampak musibah gempa bumi ini serta semua orang yang menunjukkan kekuatan dan keberanian memberikan bantuan tanggap bencana. Semoga kita dikuatkan dalam masa sulit ini.” ungkapnya.

Sementara, Direktur Mobilisasi ZIS Dompet Dhuafa, Bambang Suherman menjelaskan, hingga hari ini tim Dompet Dhuafa terus berupaya memberikan pertolongan dan bantuan berupa layanan medis yang sampai saat ini sudah 962 pasien tertangani, klinik lapangan, yang salah satunya terletak di halaman depan RRI Palu. “Kami menyiapkan dapur keliling ke tiga titik dan disisi infrastruktur, kami membangun masjid sementara sebanyak 300 unit hingga sarana mck darurat.” ujarnya.

Dompet Dhuafa terus membuka diri dari para masyarakat hingga stakeholder yang ingin bekerja sama serta bersama-sama membangun Indonesia pasca bencana yang menimpa baik di Sulawesi Tengah maupun Lombok di NTB. Bersama Loves maupun Lover diharapkan kebangkitan masyarakat dapat mampu memotivasi untuk kehidupan yang lebih baik.

Selain menginisiasi rumah sementara di Lombok, Dompet Dhuafa juga bergerak dengan pengadaan Hospital Keliling untuk memenuhi kebutuhan layanan kesehatan bagi masyarakat Lombok Utara dan sekitarnya yang terdampak gempa.

Hingga Kamis kemarin (11/10) sudah 2.073 korban meninggal dunia, 10.679 korban jiwa luka-luka, 87.725 jiwa mengungsi, 680 jiwa belum ditemukan, sementara untuk data pengungsi terdapat 78.994 jiwa menempati di wilayah Sulawesi Tengah disisi lain 8.731 jiwa mengungsi diluar wilayah Sulawesi Tengah. Data untuk sejumlah bangunan terdiri 67.310 rumah rusak, 2.736 sekolah rusak hingga 20 fasilitas kesehatan rusak. (adv/ady)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here