LABUAN BAJO – Bupati Kabupaten Manggarai Barat, Agustinus Ch. Dula, meresmikan Hyperbaric Oxygen Chamber di Siloam Hospitals Labuan Bajo. Sabtu, (13/10) kemarin.

Hyperbaric Oxygen Therapy atau terapi oksigen hiperbarik menjadi fasilitas terapi oksigen murni pertama di kawasan Nusa Tenggara Timur. Ini merupakan salah satu bentuk pengobatan dengan menghirup oksigen murni dalam ruang bertekanan tinggi lebih dari 1 Atmosfer Absolut dan umumnya ditujukan untuk penyakit dekompresi yang biasa dialami oleh para penyelam laut dalam.

Ahli Terapi Oksigen Hiperbarik Indonesia, M. Guritno Suryokusumo mengatakan, secara sederhana penyakit dekompresi adalah suatu kondisi medis ketika akumulasi gas nitrogen yang larut dalam tubuh setelah menyelam membentuk gelembung udara, sehingga menyumbat aliran darah dan sistem saraf. Gejala-gejala penyakit dekompresi antara lain mulai dari sakit persendian, sakit kepala, mati rasa, gangguan pernapasan, bahkan hilang kesadaran yang bisa berujung pada kematian bila kondisi tersebut tidak segera ditangani.

“Gejala penyakit dekompresi baru dapat membaik bila pasien mendapatkan terapi oksigen murni melalui terapi oksigen hiperbarik,” ujarnya yang juga merupakan Guru Besar Fakultas Kedokteran UI.

Dalam ruang terapi oksigen hiperbarik, tekanan udara meningkat hingga tiga kali lebih tinggi dari tekanan udara normal. Pada kondisi ini, paru-paru dapat mengumpulkan lebih banyak oksigen murni yang dihirup dibandingkan dalam tekanan udara normal. Aliran darah akan membawa oksigen ke seluruh tubuh dan kemudian akan melawan bakteri dan merangsang pelepasan zat yang disebut sel induk, yang selanjutnya akan merangsang penyembuhan, memperbaiki, serta menjaga jaringan tubuh pasien tetap sehat.

Agustinus menambahkan, Labuan Bajo merupakan salah satu dari 10 Destinasi Pariwisata Prioritas yang ditetapkan oleh Presiden Joko Widodo. Terkenal dengan lanskap alam dan panorama yang luar biasa, wisata bawah laut Labuan Bajo menarik minat banyak wisatawan, baik lokal maupun mancanegara.

“Dengan adanya fasilitas Hyperbaric Oxygen Chamber di Siloam Hospitals Labuan Bajo, harapan kami adalah para wisatawan, terutama penyuka diving, dapat memanfaatkan fasilitas ini selagi mereka menikmati keindahan alam di Pulau Flores,” ungkapnya.

Sementara Executive Director Siloam Hospitals Labuan Bajo, Charles Wonsono menjelaskan, selain untuk pemulihan penyakit dekompresi akibat menyelam, fasilitas Hyperbaric Oxygen Chamber juga bisa digunakan untuk penyembuhan luka bermasalah terkait penyakit diabetes melitus, patah tulang, gangguan pendengaran, gangguan saraf dan stroke, serta untuk kebugaran dan kecantikan.

“Hyperbaric Oxygen Chamber di Siloam Hospitals Labuan Bajo memiliki kapasitas muatan maksimal hingga 8 orang pasien, yang juga dapat memuat tempat tidur pasien. Dengan begitu, pasien yang memiliki mobilitas terbatas tetap dapat dengan mudah melakukan terapi di dalam chamber,” jelasnya.

Selanjutnya, guna semakin mendukung pariwisata Labuan Bajo dan Nusa Tenggara Timur, Siloam Hospitals juga akan bekerja sama dengan DAN Insurance (Divers Alert Network), yakni asosiasi industri scuba diving global terbesar yang menggalakkan keselamatan penyelaman melalui penelitian, pendidikan, produk, dan layanan menyelam. (rls/btl)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here