TANGERANG – Relawan asal Tangsel membuka Posko Crisis Center di halaman kantor Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Sulteng di Jalan Prof Mohamad Yamin, Lolu Selatan, Kota Palu.

“Posko Crisis Center didirikan untuk membantu warga asal Kota Tangsel yang bermukim di Kota Palu, Sigi dan Donggala. Bagi warga yang hendak di evakuasi keluar dari daerah tersebut dapat segera menghubungi posko dan Walikota Tangsel siap menfasilitasi,” kata Essa Nugraha, Koordinator Relawan Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangsel.

Sementara Posko Crisis Center yang didirikan relawan asal Kota Tangerang Selatan (Tangsel) di Kota Palu, sudah didatangi warga.

“Hingga kemarin, sudah ada empat orang warga yang mendaftar,” ujarnya.

Keempat nama dan wilayah asal yakni, Sony warga Jombang, Kecamatan Ciputat: Marselia warga Benda Baru, Kecamatan Pamulang: Suhendar warga Bintaro, Kecamatan Pondok Aren dan Abdul Biya warga Pondok Aren.

Essa mengatakan belum dapat memastikan jumlah warga asal Kota Tangsel yang bermukim di lokasi terdampak bencana. Sebab sudah ada warga yang pulang atau mengungsikan diri keluar dari Kota Palu, Donggala dan Sigi.

“Kemungkinan posko dibuka paling cepat hingga hari Kamis besok. Yang jelas bagi warga yang hendak dievakuasi keluar dari daerah tersebut dapat segera menghubungi posko,” paparnya.

Warga dapat menghubungi Remus ATT di nomor telepon 0823-12383040, Asep Sopandi 0813-16696660 atau Iwan 0812-91599573. Silahkan warga yang ingin dipulangkan dapat menghubungi nomor telepon tersebut atau datang ke kantor Bappeda Sulteng. (CNG)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here