LOMBOK – Masa tanggap darurat bencana gempa Lombok sudah usai. Kini, beralih pada masa recovery untuk memulihkan kembali kegiatan sosial ekonomi yang ada di Lombok. Kegiatan terbaru Dompet Dhuafa melalui Tim Psycological First Aid (PFA) melaksanakan program pelatihan ketrampilan urban farming untuk warga penyintas gempa Lombok.

Direktur Utama Dompet Dhuafa Filantropi Imam Rulyawan mengatakan, kegiatan pelatihan urban farming kepada masyarakat yang terdampak bencana bertujuan untuk pemulihan lanjutan bagi penyintas gempa Lombok dalam progam Lombok Recovery (LOVER).

“Hal tersebut kami lakukan agar masyarakat terdampak gempa akan lebih mudah kembali beraktivitas normal dan mendapatkan ekonomi tambahan seperti sebelum terjadinya gempa.” ujarnya. Selasa, (9/10) kemarin.

Kegiatan berupa pelatihan keterampilan menanam tanaman buah dan sayur di pekarangan rumah tersebut berhasil menarik banyak antusias warga. Bukan hanya melatih warga berkebun di pekarangan rumah, ketrampilan urban farming juga mendorong warga untuk berpikir kreatif. Karena harus menanam tumbuhan di lahan yang sempit atau terbatas. Ini merupakan metode yang terbilang baru dalam dunia pertanian di Indonesia. Tentunya ini dapat menjadi wawasan baru bagi petani, terkhusus yang ada di Lombok.

Diikuti oleh remaja wanita, ibu-ibu dan juga para bapak dan remaja pria, keterampilan tersebut diharapkan menjadi salah satu cara warga Lombok kembali bangkit. Mengingat bahwa mayoritas masyarakat Lombok bermata pencaharian sebagai petani. Dengan mendorong masyarakat berkegiatan sesuai dengan rutinitasnya, tentu akan lebih mempercepat normalisasi kehidupan masyarakat secara umum. (adv/btl)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here