JAKARTA – Dompet Dhuafa menggelorakan semangat LOVER (Lombok Recovery) mengembalikan Lombok untuk pulih kembali di Lapangan Proklamasi, Sabtu (22/9). Puluhan komunitas hingga ribuan masyarakat berkumpul menjadi satu pada kegiatan ini.

Pada gelaran tersebut turut digelar acara pernikahan dan sunatan massal, arena permainan tradisional, festival mural, skateboarding, bazar produk pemberdayaan Dompet Dhuafa, Aksi Layan Sehat, Pijat Gratis dari Tuna Netra, Donor Darah hingga Pentas Seni dan Budaya.

drg. Imam Rulyawan, selaku Direktur Utama Dompet Dhuafa Filantropi mengatakan, dalam rangka menjawab panggilan zaman, Dompet Dhuafa terus berkomitmen untuk bersama mitra, donatur, komunitas maupun elemen masyarakat untuk membangun negeri.

“Dompet Dhuafa menjawab panggilan zaman dan khusus rangkaian Lombok Recovery, kita akan mensosialisasikan hingga mengomunikasikan kepada masyarakat, inilah sinergi Dompet Dhuafa bersama dengan para mitra, donatur, komunitas hingga seluruh elemen masyarakat yang telah berlangsung pada respon bencana di Lombok,” tuturnya.

Dompet Dhuafa, katanya lebih lanjut, sudah terjun dengan berbagai program untuk Lombok Recovery (LOVER). Mulai dari membangun Masjid Sementara, Sekolah Sementara, Hospital Keliling (HOPING) hingga Rumah Sementara Bale Nyaman (Rumtara Baleman) yang ramah di kawasan bencana gempa.

Selain itu Dompet Dhuafa juga telah menurunkan tim rescue dari Disaster Management Center (DMC), Psychological First Aid, Dapur Umum, Dapur Keliling, Tenaga Medis seperti Dokter Spesialis Bedah dan Spesialis Penyakit Dalam, Dokter Umum, Perawat, Bidan, serta aktivis kemanusiaan lainnya.

Selain kegiatan Dapur Keliling, terdapat Aksi Layanan Sehat (ALS), pendirian pos pengungsian, pendirian Dapur Umum, pembangunan MCK sementara, pembangunan Masjid sementara, inisiasi pendirian Sekolah Darurat, Sekolah Ceria, Layanan Dakwah, pengadaan pipanisasi untuk pengungsi korban gempa dan distribusi tandon air, serta Motor Kilat, yang berkeliling melayani kebutuhan kesehatan untuk mobilitas ke sejumlah wilayah terpencil, dan sulitnya medan karena akses terputus.

“Hari ini kita masuki fase recovery di Lombok, tentu harapannya melibatkan masyarakat lebih banyak lagi untuk tetap memberikan perhatian,” ucap drg. Imam.

Lebih lanjut, ia menegaskan bukan hanya perhatian dari sisi materi maupun non materi, tapi perhatian tersebut harus berkelanjutan, bukan hanya saat pada respon saja ramai perhatian, tetapi saat recovery-nya tidak berjalan dengan baik.

“Tentunya kita melanjutkan recovery di daerah-daerah yang telah mendapatkan respon kebencanaan dari Dompet Dhuafa,” tutupnya. (rls/juf)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here