LOMBOK – Gempa susulan dengan kekuatan dahsyat 6,9 Skala Richter, kembali  mengguncang wilayah Lombok, Nusa Tenggara Barat. Hingga Senin (20/8) siang, titik kerusakan akibat gempa bumi semakin meluas. Kondisi pengungsian tentu akan bertambah kebutuhan, baik logistik, kesehatan, hingga proses pemulihan psikologi masyarakat terdampak gempa.

Menurut Imam Rulyawan, MARS., selaku Direktur Utama Dompet Dhuafa mengatakan, gempa yang terjadi di Lombok telah berlangsung beberapa kali. Bahkan, semalam terjadi runtutan gempa lagi, yang mencapai 7 Skala Richter, telah meluluhlantakan apa yg ada di bumi Lombok. “Kami mendorong pemerintah untuk merespon cepat bencana ini sebagai gerakan kepedulian secara nasional. Sehingga semua pihak dapat berkontribusi dengan baik, dalam penanganan bencana gempa Lombok”. ujarnya belum lama ini.

Menyambut hari Raya Idul Adha, Dompet Dhuafa telah menentukan 20 titik sebaran kurban dari penerima manfaat yang merupakan pengungsi di Lombok, baik diwilayah Timur, Utara maupun Barat. Tiga kawasan tersebut menjadi prioritas,, mengingat menjadi wilayah terdampak yang paling parah.

“Dengan adanya penyebaran kurban yang merata dan menyasar para korban gempa di Lombok, dapat membantu dalam melengkapi kebutuhan logistik mereka. Mengingat kondisi di pengungsian Lombok, masih banyak membutuhkan pemenuhan gizi terbaik pengungsi. Selain juga membutuhkan sarana ibadah dan sekolah darurat, juga layanan kesehatan serta pendampingan psikologis, terutama pada anak-anak,”imbuhnya.

Hingga Senin, (20/8), data yang diterima tim respon Dompet Dhuafa di lapangan, mencatatkan hampir 15.000 warga pengungsi, baik di Lombok Timur, Utara, Barat, maupun di Kota Mataram, telah terlayani oleh kehadiran bantuan dari para donatur Dompet Dhuafa. Kali ini, di momentum kurban, kita pererat silaturrahim dengan berbagi berkah daging kurban. Sehingga bukan hanya karena respon bencana saja Dompet Dhuafa hadir. Namun semangat berbagi di hari raya Idul Adha juga menjadi penting dilakukan. Mari terus bentangkan kebaikan kita, untuk saudara kita di Lombok, yang menjadi korban gempa. (adv)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here