LOMBOK – Masih dalam tahap tanggap bencana. Dompet Dhuafa bersama relawan terus membangun pusat-pusat fasilitas umum sementara, seperti sekolah darurat, masjid darurat, Mandi Cuci Kakus (MCK) darurat hingga pemasangan pipanisasi bagi ribuan pengungsi yang mendiami posko pengungsian. Disela-sela pembangunan tersebut nampak Bambang Widjojanto memberikan motivasi dengan pendekatan kepada warga korban gempa yang selama ini tinggal di posko pengungsian. Minggu,(12/8).

Kehadiran Bambang Widjojanto disambut hangat oleh para pengungsi di Posko. Tidak disangka banyak penggemar mantan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan sekaligus Anggota Dewan Pembina Dompet Dhuafa tersebut dilokasi sehingga membuat antusias warga sangat tinggi. Warga Dusun Orong Kopang, Desana Medana, Tanjung, Lombok., menyebutnya sebagai Pahlawan Indonesia.

Dalam suatu kesempatan berkumpul bersama, warga yang diwakili kepala desa meminta pesan dari Bambang Widjajanto untuk dalam cara menguatkan hati, diri dan keluarga dalam menjalani cobaan ini. Ada beberapa hal yang disampaikan Bambang pada kesempatan berkumpul bersama.

“Tidak ada ujian hebat dari Allah kecuali untuk orang-orang hebat. Dan saya yakin disini adalah orang-orang yang sangat hebat.” Ujar Bambang didepan ratusan pengungsi

“Rumah boleh hancur, tapi kemuliaan yang kita miliki jangan sampai hancur. Kemuliaan inilah yang memantaskan diri kita di hadapan Allah SWT”, lanjutnya.

Di kesempatan ini beliau menyapa para pengungsi, bercengkrama dan juga memberikan semangat dan motivasi agar para korban bisa segera bangkit kembali.

Di Dusun ini Dompet Dhuafa akan mendirikan Sekolah Darurat dengan bangunannya untuk menunjang aktivitas belajar anak-anak posko karena sekolah mereka hancur saat gempa. Sekolah Darurat ini pembangunannya akan dimulai hari ini. Dompet Dhuafa menargetkan 10 Sekolah Darurat untuk merespon kebutuhan di masyarakat. (adv)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here