TANGERANG – PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (Perseroan) kembali melaksanakan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan yang diadakan di Kantor Pusat Alfamart Tangerang, Kamis (24/05).

Agenda utama RUPS Tahunan kali ini meliputi persetujuan Laporan Tahunan dan pengesahan Laporan Keuangan Tahunan Perseroan untuk tahun buku 2017, penggunaan laba bersih Perseroan tahun buku 2017, Laporan penggunaan dana Penawaran Umum Berkelanjutan II Obligasi Berkelanjutan lI Tahap 1 tahun 2017 dan Tahap II tahun 2018, persetujuan perubahan susunan Komisaris Perseroan, penunjukan dan penetapan honorarium akuntan publik yang akan mengaudit pembukuan Perseroan untuk tahun buku 2017 serta persyaratan lain sehubungan dengan penunjukan akuntan publik tersebut, penentuan honorarium dan tunjangan lainnya dari anggota Dewan Komisaris Perseroan sena pelimpahan wewenang penetapan gaji dan tunjangan anggota Direksi Perseroan kepada Dewan Komisarls Perseroan selama masa jabatan anggota Direksi.

Direktur PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk. Hans Prawira menjelaskan, Pendapatan neto konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak pada tahun 2017 mencapai 61,46 triliun rupiah, meningkat sebesar 9,55 person dibandingkan tahun 2016 yang mencapai 56,11 triliun rupiah. Pertumbuhan pendapatan neto terutama didorong oleh pertambahan gerai Perseroan dan Entitas Anak, di samping pertumbuhan pendapatan gerai sepanjang tahun 2017.

Tantangan di tahun 2017 seperti kenaikan Upah Minimum Kabupaten/Propinsi, kenaikan harga bahan bakar minyak, kenaikan tarif dasar listrik, dan kenaikan harga sewa properti memiliki dampak yang cukup signifikan terhadap kenelaikan biaya, tenaga kerja, biaya distribusi dan biaya sewa. Pola konsumsi masyarakat secara nasional ke arah leisure economy seiring dengan terbukanya informasi melalui media teknologi informasi juga menjadi tantangan bagi Perseroan.

Secara terpisah Presiden Komisaris Perseroran, Feny Djoko Susanto menyatakan bahwa direksi dan jajarannya pada awal tahun 2017 telah menetapkan target-target Perseroan dengan memperhitungkan kondisi makro ekonomi, sosial politik dan asumsi bisnis tertentu. Jajaran manajemen juga fokus untuk melakukan efisiensi biaya dan peningkatan produktivitas ketja karyawan juga meningkatkan layanan teknologi. “Kami percaya bahwa struktur tata kelola perusahaan dan organ-organ tata kelola telah menjalankan fungsinya dengan baik sesuai dengan ketentuan Anggaran Dasar, Undang-undang, dan peraturan lainnya yang berlaku,” pungkasnya. (btl)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here