DEPOK – Perusahaan Metroxgroup melalui Kuasa Hukum (Nurmansyah Advocates) bekerja sama dengan pihak Kepolisian Negara Republik Indonesia melakukan proses pemusnahan 2.000 produk Wakai palsu belum lama ini.

Berdasarkan laporan dari pemilik merek dagang Wakai, Metroxgroup, ribuan produk Wakai palsu pada Oktober-November 2017 lalu di dapat dari tiga daerah, yakni Jakarta Barat, Bandung, dan Banten.

Kuasa hukum Metroxgroup, Cesar Resha mengatakan, produk-produk Wakai yang dipalsukan tidak hanya produk-produk sepatu tetapi sampai dengan kantong belanja. Selain penyitaan, para penjual dan produsen produk-produk Wakai palsu diminta untuk membayar ganti rugi dan melakukan permohonan maaf secara terbuka di media massa nasional. “Dasar hukum untuk kegiatan penyitaan dan pemusnahan produk-produk Wakai palsu ini adalah Pasal 100 dan Pasal 102 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2016 Tentang Merek dan Indikasi Geografis,” ujar Cesar.

Wakai Bersama Kepolisian Musnahkan Ribuan Produk Wakai Palsu

Sementara itu, Head of Marketing Metroxgroup, Assed Lussak mengungkapkan, produk palsu yang marak beredar di Indonesia telah berdampak buruk terhadap ekonomi nasional dan merugikan negara. Selain merugikan pemilik resmi dari produk-produk asli yang pada akhirnya merembet ke rantai pasokan produk, negara juga kehilangan pendapatan dari pajak. “Yang paling dirugikan sebenarnya adalah pelanggan. Dengan membeli produk-produk Wakai palsu, pelanggan mendapatkan produk-produk berkualitas rendah, terutama kurangnya product durability,” jelasnya.

Ia menambahkan, bahwa Perusahaan masih melakukan penghitungan kerugian yang timbul sebagai akibat adanya pemalsuan produk-produk Wakai di Indonesia dan tetap meneruskan upaya meminimalisasi peredaran produk-produk Wakai palsu dengan melakukan pengecekan berkala di pusat perbelanjaan serta online marketplace. “Selain tetap melakukan langkah tegas terhadap pihak yang masih melakukan pemalsuan produk, Wakai terus berinovasi memberikan ciri khas produk yang memudahkan pelanggan membedakan produk asli dengan produk palsu,” pungkasnya. (btl)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here