JAKARTA – Sebagai salah satu upaya dalam rangka memberikan pelayanan prima sebagai Wonderful Indonesia Service Ambassador (WISA), Kementerian Pariwisata (KIemenpar) bersama PT Blue Bird mengadakan ToT (Training of Trainer) bagi para pengemudi Blue Bird.

Menteri Pariwisata, Arief Yahya menjelaskan, program WISA sangat penting dalam meningkatkan pelayanan pengemudi Blue Bird, khususnya layanan taksi di bandara ataupun tempat wisata. Pengemudi berhubungan langsung dengan turis saat akan meninggalkan bandara, untuk itu diperlukan first impression yang mendalam (moment of truth), khususnya tentang Wonderful Indonesia sehingga menjadi kenangan yang membuat mereka akan berkunjung kembali ke Indonesia atau repeat guest. “Moment of truth sangat penting yang dalam marketing sebagai Place (4P;Promotion Product, Price, and Place). Artinya, Place yang dimaksud yaitu kesan pertama yang mendalam dan ini harus dilakukan melalui pelatihan kepada para driver Blue Bird sebagai ujung tombak pelayanan kepada wisman,” kata Arief.

Hal tersebut disampaikan Menpar kepada 100 pengemudi Blue Bird saat menjadi mentor Training of Trainer (ToT) program Wonderful Indonesia Service Ambassador (WISA), di Kantor Pusat Blue Bird, Jakarta belum lama ini. 100 driver Blue Bird tersebut juga disiapkan sebagai calon pelatih (trainer). Mereka nantinya bertindak sebagai satgas pelatihan bagi rekan-rekan driver lain dalam kelas-kelas selanjutnya.

Menpar Arief mengatakan, untuk menjadi seorang Duta Wisata Wonderful Indonesia hanya membutuhkan keterampilan (skill). “Sebetulnya, how to be a service ambassador? Hanya ada tiga aspek yakni; service key success factor, customer contact point, dan service level agreements. Ketiga aspek ini menjadi materi dalam pelatihan ToT WISA,” jelas Menpar.

Dalam pelatihan tersebut juga diberikan pembekalan mengenai hospitality dan pengetahuan dasar kepariwisataan seperti Konsep Sapta Pesona, serta bagaimana teknik dalam mempromosikan pariwisata (storytelling).

Arief berharap dengan adanya pelatihan ini, para pengemudi Blue Bird dapat menjadi konsultan destinasi wisata. “Layaknya seorang konsultan, para pengemudi ini akan lihai memberikan rekomendasi mengenai hotel, restoran, mall serta destinasi wisata yang menarik dikunjungi wisatawan”, jelas Arief.

Sementara itu, Direktur PT. Blue Bird Adrianto Djokosoetono, mengapresiasi komitmen Menpar dalam memberikan pelatihan WISA bagi para pengemudi Blue Bird.“Kami berterima kasih kepada Bapak Arief Yahya beserta Tim atas pelatihan yang diberikan. Selain sebagai bentuk dukungan kepada industri pariwisata, pelatihan ini juga dapat meningkatkan standar pelayanan pengemudi kami”, ujar Adrianto.

Program pelatihan ToT WISA ini bagian dari Perjanjian Kerjasama (PKS) program Co-Branding Wonderful Indonesia Kemenpar dengan Blue Bird Group. Kemitraan ini dibangun karena Blue Bird sebagai perusahaan transportasi terbesar; memiliki 23.000 taksi tersebar di 18 kota di seluruh Indonesia dan telah dipercaya melayani sejak tahun 1972, memiliki performa pelayanan yang optimal, baik dalam ketepatan waktu menjawab setiap pesanan, kondisi taksi yang nyaman dan bersih, serta kemudahan dalam  aplikasi digital my bluebird. (btl)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here