JAKARTA – Konsisten mendukung pembangunan di Indonesia bagian Timur, PT Mandiri Tunas Finance (MTF) aktif menyalurkan pembiayaan kendaraan bermotor. Salah satu upaya yang dilaksanakan dengan membuka kantor cabang di Jayapura, Sorong dan Ambon sejak tahun 2017 lalu.

Direktur Mandiri Tunas Finance Harjanto Tjitohardjojo mengatakan, pihaknya optimistis dengan perkembangan ketiga cabang tersebut. Dalam waktu yang relatif singkat, ketiga cabang di kota ini menunjukkan perkembangan yang sangat baik dalam hal penyaluran pembiayaan. Per akhir Maret 2018 mencatatkan penyaluran pembiayaan masing-masing cabang sebesar Rp16,7 miliar (Jayapura), Rp9,8 miliar (Sorong), dan Rp 17,2 miliar (Ambon). “Dilihat dari komposisinya, pembiayaan tersebut didominasi oleh passenger car, masing-masing di Jayapura mencapai 74,63%, di Sorong 60,75% dan di Ambon sebesar 60,25%.” jelasnya.

Pencapaian ketiga cabang ini memberikan kontribusi bagi penyaluran pembiayaan MTF di wilayah Indonesia Timur (Sulawesi, Ambon, dan Papua) sebesar 8,47% dari total penyaluran pembiayaan di wilayah tersebut sebesar Rp 517,4 miliar. Dibandingkan periode Januari – Maret tahun 2017, total lending MTF wilayah Indonesia Timur periode Januari – Maret 2018 mengalami kenaikan sebesar 41,8%.

Pertumbuhan lending MTF di wilayah Indonesia bagian Timur tersebut sejalan dengan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang melaporkan bahwa ekonomi Maluku dan Papua tumbuh pesat di kuartal I 2018. Hal itu tercermin dari pertumbuhan Produk Domestik Bruto-nya (PDB) yang sebesar 18,42% atau yang tertinggi di antara wilayah lainnya. Pertumbuhan PDB Maluku dan Papua tersebut melonjak dari periode sama tahun lalu yang hanya sebesar 4,16%.

Menurut BPS, tingginya pertumbuhan ekonomi wilayah tersebut karena didukung oleh sektor pertambangan. Sedangkan pertumbuhan ekonomi di wilayah Sulawesi pada triwulan I 2018 mencapai 6,83%. Baik pertumbuhan ekonomi Maluku dan Papua maupun Sulawesi, lebih tinggi daripada pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal 1-2018 tumbuh sebesar 5,06 dengan angka produk domestik bruto atau PDB sebesar Rp 3.505,3 triliun. (key)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here