JAKARTA – Perkembangan teknologi informasi terus bergerak kearah yang baik. Selama ini kita hanya terfokus memanfaatkan perkembangan teknologi masih sebatas update status agar tidak dibilang tertinggal. Namun belum berfikir untuk menggunakan teknologi untuk memudahkan pekerjaan atau bahkan memberikan keuntungan bagi diri. Jikapun ada mungkin sebagian kecil orang memahami ini.

Bertajuk Membangun Literasi Media dan Digital, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Republik Indonesia bekerja sama dengan Universitas Andalas (Unand) menggelar Festival Literasi Media dan Digital (FIRAL). Kegiatan yang diisi dengan workshop itu berlangsung di Auditorium Unand Kampus Limau Manis, Padang belum lama ini.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Pemberdayaan Informatika, Slamet Santoso menyebutkan, kegiatan ini merupakan rangkaian event untuk menyemarakkan Peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke-110. “Hal negatif dari perkembangan teknologi informasi saat ini yaitu banyaknya bermunculan berita bohong/hoax yang jika tidak dipilah dan pilih tentu akan menyesatkan bahkan merugikan. Untuk itu penting kiranya melaksanakan digital literasi kepada masyarakat. Agar mampu memanfaatkan media secara cerdas dan bijak,” katanya.

Sementara itu, Rektor Universitas Andalas melalui Wakil Rektor I Unand, Prof. Dr. Dachriyanus, Apt menyambut baik pelaksanaan literasi media kepada mahasiswa Unand. “Pengguna media sosial sebagian besar adalah kalangan remaja. Selama ini mahasiswa berselancar didunia maya, mendapatkan banyak informasi dari berbagai sumber, namun informasi itu belum tentu benar dan terkadang juga berita bohong. Yang lebih mengkhawatirkan adalah berita ataupun informasi yang bersifat fitnah dan ujaran kebencian,” jelasnya.

Lebih lanjut Dachriyanus menjelaskan, kampus merupakan tempat mencetak generasi intelektual, untuk itu perlu edukasi literasi media kepada mahasiswa sehingga diharapkan dapat menyebarkan informasi yang benar dan terpercaya. Selain itu juga dapat mendidik dan mendampingi masyarakat. “Literasi media sangat penting dan perlu terus dilaksanakan secara berlanjut, sehingga mahasiswa dapat memahami mana informasi yang benar dan hoax” pungkasnya. (ady)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here