JAKARTA – Cita-cita untuk mengibarkan Bendara Merah Putih di puncak tertinggi di dunia hampir usai. Doa dan dukungan dari seluruh masyarakat Indonesia sangat harapkan agar selalu mengiringi perjalanan Deedee dan Hilda.

“Setengah perjalanan menuju summit sudah sempat dilewati saat aklimatisasi kemarin, setengah lagi masih misteri, semua sekarang bergantung pada Tuhan. Kami akan berusaha sekuat tenaga, mohon doa, semoga Tuhan bersama kita, Indonesia.” Ujar Deedee.

Baca juga perjalanan menuju Puncak Everest :

Menanti Dua Perempuan pertama Indonesia di puncak Dunia Everest

Dua pendaki wanita beserta tim Wissemu sampai di Nepal, bergerak proses aklimatisasi

Dengan semangat Kartini dua pendaki wanita ini tiba di Everest Base Camp Tibet

Tim Wissemu makin mendekati puncak Everest

Fransiska Dimitri Deedee dan Hilda sebelumnya dilepas dari Bandara Soekarno Hatta pada Kamis, (2/3) lalu. Dua orang mahasiswi yang masih terdaftar aktif di Universitas Katolik Parahyangan, Bandung ini sebelumnya telah mengibarkan Bendera Merah Putih di enam puncak gunung tertinggi di enam lempeng benua lain. Mereka mencatatkan diri sebagai tim perempuan Indonesia pertama yang berhasil mencapai puncak Puncak Gunung Denali (6.190 mdpl), Alaska dan Puncak Gunung Vinson Massif, Antartika (4.190 mdpl).

Kini pendakian menuju Puncak Gunung Everest akan menggenapi rangakaian ekspedisi Seven Summits yang telah dimulai sejak tahun 2014. Pendakian menuju puncak gunung tertinggi di dunia ini akan sangat sulit dilakukan. Meski perjalanan ini hampir terancam, tidak terealisasi karena permasalahan dana, berkat dukungan oleh Bank BRI sebagai sponsor utama,Multi Karya Asia Pasifik Raya (MKAPR), Universitas Katolik Parahyangan, sponsor pendukung dan seluruh warga Indonesia sehingga perjalananan ini dapat terealisasikan.

Diperkirakan perjalanan menuju puncak akan memakan waktu sekitar tujuh hari. Estimasi kedua pendaki akan berada dipuncak Everest paling cepat pada Kamis, (17/5). Selama tiga hari empat malam di Desa Zhaxizongxiang (4.150 mdpl), Deedee dan Hilda akhirnya bertemu dengan Tim Support WISSEMU yang berangkat dari Bandung pada tanggal 28 Maret 2018 yang beranggotakan empat anggota Mahitala. Tim support datang tidak hanya untuk memberikan suplai logistik dan makanan tapi yang lebih penting untuk memberi dukungan moral dan mental untuk kedua pendaki sebelum Summit Push. Dukungan langsung dari teman teman terdekat sangat lah penting untuk meningkatkan kepercayaan diri kedua pendaki. Selain memberikan dukungan, Tim Support WISSEMU akan menetap di Nepal untuk memonitor pergerakan dan mempemudah pelaporan ke Bandung. (key)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here