SALATIGA – Sebagai bentuk refleksi dukungan dalam mendorong seluruh pemangku kepentingan di industri persusuan Indonesia, PT Frisian Flag Indonesia (FFI) kembali membuktikan komitmennya untuk memberdayakan peternak sapi perah di Indonesia dengan menyelenggarakan kegiatan Ngariung Cerdas Bareng Peternak Salatiga belum lama ini.

Sebuah acara diskusi antara peternak sapi perah, ahli peternakan dari koperasi daerah setempat serta ahli persusuan yang bertujuan dalam meningkatkan pengetahuan peternak sapi perah lokal atas tata kelola dan tata laksana peternakan yang baik (Good Dairy Farming Practice – GDFP).

Corporate Affairs Director FFI, Andrew F. Saputro mengatakan, sebagai pelaku di industri persusuan dan bagian dari keluarga koperasi, sudah menjadi komitmen FFI sejak lama dalam membantu para peternak sapi perah lokal untuk berkembang. Mengingat FFI adalah bagian dari FrieslandCampina yang juga berbasis koperasi. “Kami melihat bahwa tantangan terbesar yang dihadapi industri peternakan sapi perah di Indonesia adalah minimnya pengetahuan para peternak mengenai GDFP sehingga mereka masih menjalankan pola peternakan tradisional yang tidak mampu menghasilkan hasil susu dengan produktivitas dan kualitas tinggi. Karena itulah melalui payung Dairy Development Program, kami melaksanakan kegiatan Ngariung Cerdas Bareng Peternak Salatiga sebagai salah satu kontribusi kami sebagai pelaku industri untuk industri persusuan di Indonesia.” jelasnya.

Sementara itu, Dosen Departemen Ilmu Produksi dan Teknologi Peternakan, Institut Peternakan Bogor, Epi Taufik Epi mengungkapkan, memang benar masih banyak tantangan yang harus dihadapi para peternak sapi perah Indonesia. Namun pihaknya yakin setiap tantangan ini bisa tertangani dengan cepat bila setiap pemangku kepentingan di Indonesia mampu bersinergi dengan baik. “Kami sebagai bagian dari akademisi pun bersedia membantu untuk melakukan pelatihan dan pendampingan untuk para peternak demi perbaikan manajemen pemeliharaan dan kesehatan hewan, tentunya bisa melalui kerja sama baik dengan pelaku usaha seperti yang dilakukan FFI saat ini, dengan pemerintah, maupun dengan pihak koperasi peternakan daerah.”  ujar Epi saat ditemui dalam acara tersebut yang juga sebagai pembicara tamu.

Kami berharap kegiatan ini bisa menjadi awal mula kolaborasi berkelanjutan dan berkesinambungan dari FFI untuk memberikan kontribusi nyata pada peningkatan produktivitas dan kualitas hasil susu ternak sapi di Indonesia,” lanjut Andrew.

Senada dengan Andrew, Epi menyampaikan, sinergi yang kuat memang dibutuhkan bagi setiap pihak yang terlibat dalam industri persusuan ini. Peranan yang tidak kalah pentingnya juga diharapkan dari pihak koperasi peternakan yang selama ini menjadi pihak perangkul para peternak, yang menampung serta mengevaluasi susu hasil ternak secara adil dan berimbang. Sudah selayaknya koperasi menjadi wadah utama untuk pemberdayaan para peternak, tentunya dengan bantuan dan dukungan dari pihak lainnya, khususnya pelaku usaha.

Menyadari masih banyaknya tantangan yang harus dihadapi para peternak sapi perah di Indonesia, FFI kembali mengajak seluruh pemangku kepentingan di industri persusuan untuk bekerja sama memajukan industri. Tidak hanya bertujuan untuk berkontribusi pada pertumbuhan perekonomian Indonesia pada umumnya, namun kesejahteraan peternak sapi perah Indonesia dan pemenuhan kebutuhan susu nasional harus menjadi fokus utama dari sinergi seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah dan kementerian terkait, pelaku industri, koperasi peternakan, hingga akademisi.  (btl)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here