BANDUNG – Menteri Perdagangan (Mendag), Enggartiasto Lukita memastikan langsung perkembangan harga dan ketersediaan stok bapok dengan meninjau Pasar Andir di Kota Bandung, Jawa Barat. Sabtu, (5/5) kemarin.

Hal tersebut dilakukan sebagai upaya Kementerian Perdagangan (Kemendag) untuk terus berkomitmen menjaga stabilitas harga dan stok barang kebutuhan pokok (bapok) menjelang puasa dan lebaran tahun ini.

Dalam kunjungan ke Pasar Andir Bandung kali ini, Mendag didampingi Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Tjahya Widayanti, Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Jawa Barat Kombes Pol Samudi, dan Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Bandung Eric M. Atthauriq.

“Kami ingin melihat perkembangan dan ketersediaan stok bapok, khususnya beras. Seluruh pedagang beras di pasar tradisional dihimbau menyediakan dan menjual beras medium dengan harga sesuai ketentuan HET. Untuk itu, Pemerintah telah menugaskan Bulog menyalurkan stok beras medium, baik pengadaan dalam negeri maupun impor,” ujar Mendag.

Ia menambahkan, Kemendag akan terus memantau harga bapok di seluruh daerah. Salah satunya, dengan bekerja sama dengan Satgas Pangan untuk memantau perkembangan stok dan harga bapok secara periodik. “Hal ini akan akan berjalan terus, bukan hanya mendekati momen Ramadan dan Idhul Fitri, tapi hingga akhir tahun,” ungkapnya.

Sementara itu, untuk komoditas daging sapi, jika pedagang tidak berminat menjual daging beku, Pemerintah melalui Bulog akan membuka tempat khusus penjualan daging sapi beku di pasar tradisional. Dengan demikian, masyarakat akan mimiliki pilihan daging sapi dengan harga terjangkau. “Masyarakat nantinya akan dapat menikmati daging beku dengan harga Rp 80ribu/kg yang lebih sehat,” imbuhnya.

Mendag menambahkan, harga komoditas lainnya seperti daging ayam, telur, bawang putih, bawang merah, dan cabai secara umum masih terkendali. Selain itu, gula dan minyak goreng juga terpantau aman. “Meskipun harga komoditas bawang dan cabai mengalami fluktuasi, namun kita pastikan pasokannya aman. Diharapkan tidak ada spekulan yang menahan stok, karena Satgas Pangan akan terus memantau dan siap mengambil tindakan yang diperlukan,” pungkas Mendag. (ady)

Sumber : http://www.kemendag.go.id

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here