TANGERANG – Hadir di Indobuildtech 2018, Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KemenPUPR) melalui Pusat Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Perumahan dan Permukiman di bawah Badan Penelitian dan Pengembangan Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat mensosialisasikan teknologi terbaru yaitu rumah susun modular melalui kegiatan workshop. Jum’at (4/5).

Kepala Seksi Penyelenggara Teknis Bahan dan Struktur Bangunan, Pusat Litbang Perumahan dan Permukiman KemenPUPR, Ferry Eka Putra memberikan workshop kepada sejumlah mahasiswa-mahasiswi ITI

Kepala Seksi Penyelenggara Teknis Bahan dan Struktur Bangunan, Pusat Litbang Perumahan dan Permukiman KemenPUPR, Ferry Eka Putra mengatakan, Badan Litbang bertugas dalam menghasilkan teknologi-teknologi terbaru. “Salah satunya Rumah Susun Modular, yang merupakan hasil peneliatan kami selama dua tahun terakhir dan ditujukan untuk mereduksi biaya pembangunan rumah susun. Yang diharapkan bisa membangun rumah susun lebih cepat dan tentu saja dengan tetap memenuhi standar teknis yang ada di Indonesia. Direncanakan teknologi tersebut akan diterapkan dan diuji coba di daerah Jatinangor, Sumedang pada pertengahan tahun ini.” jelasnya.

Workshop yang digelar sejak tiga hari lalu tersebut mengangkat tema yang berbeda-beda, diantaranya terkait sumber daya air, jalan dan jembatan  serta perumahan dan permukiman.

Dihadiri oleh sejumlah mahasiswa-mahasiswi dari Institute Teknologi Indonesia (ITI) yang merupakan undangan dari KemenPUPR dihari ketiga ini. Selain tamu undangan, kegiatan ini juga terbuka bagi siapa saja yang berminat untuk mengikuti workshop tersebut.

“Kami berharap, mudah-mudahan dengan diadakannya workshop ini, masyarakat khususnya yang hadir bisa lebih mengenal teknologi-teknologi yang kami hasilkan dan bisa mengetahui apa saja yang dilakukan kemenpupr lakukan dalam rangka membangun infrastruktur di Indonesia,” imbuh Ferry.

Sementara itu, Penelaah Publikasi Ditjen Cipta Karya Kemenpupr, Astaf Aji Pranaya menjelaskan, melalui kegiatan ini juga menjadi ajang KemenPUPR dalam mempublikasikan dan mengkampanyekan infrastruktur apa saja yang sudah dibangun dan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat. “Salah satunya adalah revitalisasi dan renofasi Gelora Bung Karno (GBK) untuk ajang ASEAN Games 2018 yang dibagi menjadi dua tahap revitalisasi dan renofasi, di daerah Jakarta dan Jakabaring, Palembang. Kegiatan tersebut tentunya menghabiskan dana yang cukup tinggi, yaitu sekitar Rp. 2,6 Triliun dengan menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN),” jelasnya.

“Kami ingin menginformasikan dan menyebarluaskan mengenai apa saja yang sudah kita bangun sesuai dengan perintah dan anjuran dari Presiden kepada menteri yang meliputi kegiatan strategis, padat karya dan lain-lain. Selain itu, kami juga berharap Dengan mengikuti pameran ini kami bisa merangkul para investor atau masyarakat umum yang tidak mengetahui tentang kinerja dari kemenpupr. Serta menyampaikan informasi kepada masyarakat pembangunan apa saja yang dilakukan dengan dana yang ada.” Pungkasnya. (btl)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here