BIREUN, ACEH -Sejak 76 etnis Rohingya terdampar di pantai Kuala Raja, Bireun, Jumat (20/04), tim Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) bersama relawan lokal Bireun.

Donasi yang telah terkumpul dari pembaca Republika, langsung disalurkan sesuai kebutuhan para pengungsi yang saat ini sedang berada di lokasi pengungsian Bireun yang telah difasilitasi oleh pemerintah dan beberapa lembaga kemanusiaan.

Menurut Awaluddin sebagai Direktur Disaster Management Centre (DMC) Dompet Dhuafa mengatakan, hingga hari ini, Selasa (24/03), DMC bersama LKC melakukan peninjuan dan pemberian bantuan kepada pengungsi dari etnis Rohingya. “Kami bergerak untuk pengadaan sarana bermain anak, pemberian peralatan MCK untuk mendukung masalah Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dan bantuan kelengkapan dapur umum. Sementara untuk layanan kesehatan Dompet Dhuafa akan melakukan pengadaan obat-obatan, penyediaan makanan pendamping bagi anak dan balita serta penyediaan makanan bagi ibu hami dan menyusui,” jelasnya.

Para pengungsi etnis Rohingya untuk sementara menempati posko pengungsian di  Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) di Bireun. Beberapa pengungsi terutama anak-anak dan wanita dari etnis Rohingya banyak yang jatuh sakit seperti mual, demam dan pusing akibat perjalanan jauh dan kekurangan asupan pangan yang cukup sehingga daya tubuh menurun.

Kebutuhan saat ini bagi para pengungsi yaitu obat-obatan, serta logistik terutama untuk makanan anak-anak, banyak anak-anak di pengungsian mengkonsumsi makanan untuk dewasa, sementara kebutuhan air bersih di camp khusus pria masih kurang memadai. (adv)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here