BANJARNEGARA – Hingga hari Jumat (20/04), jumlah kerusakan akibat Gempa 4.4 SR terdapat 62 rumah di Desa Kertosari, 217 rumah di desa Kasinoman dan 37 rumah di desa Plonengan. Gempa tektonik yang berpusat di darat pada koordinat 7,21 LS dan 109,65 BT dengan kedalaman 4 kilometer.

Selain rumah, gempa juga menyebabkan kerusakan fasilitas umum diantaranya 1 masjid di Desa Plorengan, 1 masjid di desa Kasinoman, 1 unit masjid di desa Kertosari, 1 musolla di Desa Kasinoman, dan Gedung SMPN 2 Kalibenng.

Sekitar 526 keluarga mengungsi di 4 desa di Kecamatan Kalibening. Jumlah korban akibat gempa bumi di Kecamatan Kalibening tercatat 21 orang korban luka, dan 2 orang meninggal dunia. Pemerintah Kabupaten Banjarnegara pun menetapkan status tanggap darurat selama 14 hari kedepan.

“ Saat ini Tim Disaster Managemet Centre bersama relawan lokal secepatnya membangun program dapur umum pada salah satu titik pengungsian mandiri (pos 4) di Desa Kasinoman dengan jumlah 63 jiwa”, ucap drg. Imam Rulyawan MARS, sebagai Direktur Utama Dompet Dhuafa Filantropi.

Sebelumnya dengan jumlah pengungsian yang cukup banyak, BPBD menginisiasi untuk bersinergi dengan lembaga-lembaga respon bencana dan relawan untuk bekerjasama dalam hal penanganan pengungsian di lokasi titik-titik pengungsian yang sudah ditentukan.

Kondisi cuaca di wilayah Kalibening, Banjarnegara secara visual terpantau cerah pada siang hari, namun sore hari cuaca terpantau mendung dan hujan. “Kebutuhan mendesak bagi para pengungsi saat ini yaitu bahan makanan, makanan bayi, perlengkapan bayi hingga obat-obatan ringan” tutup drg. Imam Rulyawan MARS. (adv)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here