TANGERANG – Gaya hidup Gen Z (usia 13-18 tahun) yang tidak Iepas dari Technology, Keterbukaan, Berpikir Kritis teIah membuka wacana pendidikan yang berbeda dari generasi sebeIumnya. Sebagai bagian dari Sampoerna Schools System, sebuah institusi pendidikan yang teritegrasi, menghadirkan Step Up, sebuah sistem penunjang terhadap Tantangan Pendidikan Formal yang dihadapi murid generasi Z, dengan Approach yang terintegrasi.

Chief executive officer (CEO) Step Up, Meliana Sutikno mengatakan, Secara menyeluruh Step Up menghadirkan 3 pilar utama yaitu, Bimbingan Akademis (Academic Tutorial), Bimbingan Persiapan Ujian (UNAS, Check Point, IGCSE, AIeveI/IBDP) serta Bimbingan Persiapan Kuliah di Luar Negeri (IELTS, TOEFL, SAT, GRE/GMAT). “PiIar ini kami Ietakkan dalam penjabaran Bimbingan Belajar yang berstandar Internasional, Modern, Interaktif dan “Fun”, oleh Coach kami yang meIaIui proses seleksi yang ketat, dan terakreditasi dengan kurikulum internasional”, jelasnya.

Ia juga menambahkan, pihaknya juga akan hadirkan Aktivitas Fun-Learning di hari Iibur / akhir pekan. “Goal kami jelas agar Siswa-Siswi mendapatkan kinerja akademis yang jauh Iebih baik. Oleh karena itu kami tekankan belajar itu harus Nyaman. Kami memberikan kepada siswa-siswi kesempatan untuk belajar dengan suasana dan ruang Iingkup yang tidak membosankan. Nyaman terhadap Guru, terhadap metoda pengajaran dan ruang Iingkup akan mengangkat secara menyeluruh ketrampilan siswa-siswi, itu visi kami”, imbuhnya.

Setelah sekolah siswa-siswi pada umumnya membutuhkan tempat yang lebih rilex seperti di rumah. Namun kebutuhan atas menyelesaikan pekerjaan rumah, persiapan ujian / tes mendorong kebutuhan akan bimbingan belajar. Oleh karena itu di Step Up, hadirkan “rumah” kepada siswa dan siswi, dimana mereka mendapatkan bimbingan belajar oleh guru2 yang terakreditasi dan mereka dapat merasa nyaman di rumah kedua dengan membawa makan atau minuman, dapat belajar bersama teman ditempat yang Ieluasa, dan kondusif.

“Guru berkualitas itu pasti, kami tetap menekankan pada kualitas guru. Guru atau kami sebut Coach, memiliki akreditasi International Baccalaureate (lB) / Cambridge maupun ESL, pengalaman mengajar, dan cara mengajar yang interaktif “StepByStep”, tambah Meliana.

Sementara itu, Koordinator Akademis Step Up, Evan Saputra menambahkan, pihaknya menekankan pada pentingnya pembentukan tanggung jawab dan kemandirian kepada siswa-siswinya. “Metoda Step by Step kami rancang agar murid berpikir kritis, berani mencoba, menjelaskan apa yang dimengerti, dan akhirnya memiliki kemampuan yang diperlukan. Sedang fungsi Coach kami adalah membentuk-mengarahkan-mengevaluasi-selalu Membaharui diri. “ pungkasnya. (ady)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here