JAKARTA –  Bahaya kanker semakin gencar  mengintai masyarakat, khususnya yang terus menjalankan gaya hidup tak sehat.  Dalam  Hari Ulang Tahun Yayasan Kanker Indonesia (YKI) ke-41 tahun, YKI mengingatkan masyarakat untuk mewujudkan hidup sehat dan meningkatkan kewaspadaan terhadap kanker.

Diskusi Interaktif Dengan Mahasiswa Universitas Mercu Buana di UMB Kampus Meruya Selatan, dengan mengangkat topik tentang “Permasalahan Kanker”, “Risiko Kanker Paru bagi Perokok”, dan “Kanker Usus Besar”; Tampak Prof. Aru Sudoyo bersama Rektor UMB Dr. Ir Arissetyanto Nugroho, MM, Senin (16/4)

Ketua Umum Yayasan Kanker Indonesia, Prof. DR. Dr. Aru Wisaksono Sudoyo, mengatakan, YKI mengucapkan terima kasih kepada segenap pengurus YKI, para donator, volunteer, serta seluruh unsur masyarakat yang telah mendukung penanggulangan kanker, dan terus mengingatkan masyarakat untuk merubah pola hidup tak sehat dengan meningkatkan pengetahuan akan bahaya penyakit kanker,  melakukan pemeriksaan deteksi dini kanker, serta memahami faktor-faktor  pencetus kanker yang berhubungan dengan perilaku dan lingkungan, hal ini karena kanker terus mengintai kita semua.

Aru menambahkan, Kanker dapat dicegah dengan mengurangi faktor risiko, seperti tidak merokok atau terpolusi asap rokok, tidak mengkonsumsi alkohol, melindungi kulit dari paparan sinar ultra violet, menghindari obesitas dengan diet seimbang dan aktivitas fisik, serta mencegah infeksi  yang  berhubungan dengan kanker.  “Deteksi atau skrining akan membantu seseorang untuk dapat terdiagnosa lebih dini sehingga memungkinkan pengobatan dengan hasil yang baik”, jelasnya.

Kematian akibat Kanker
Urutan penyakit kanker yang menyebabkan kematian pada perempuan adalah
kanker payudara, kanker serviks dan kanker kolorektal.
Sedangkan pada laki-laki adalah kanker paru-paru, kanker kolorektal
dan kanker prostat.
Prevalensi kanker kolorektal di Indonesia meningkat secara signifikan
akibat pola konsumsi makanan yang berubah selama 25 tahun belakangan ini.
Pemeriksaan Deteksi Dini Kanker Serviks dengan Metode PapSmear, yang diberikan secara gratis untuk 241 orang pada 16 – 17 April 2018 di Klinik Utama YKI Lebak Bulus; tampak Ibu-Ibu menunggu giliran dilakukan pemeriksaan dini kanker serviks di Klinik Utama YKI Lebak Bulus.

Atas dasar tersebut, dalam usianya yang ke 41 tahun, YKI akan meningkatkan fokus pada penanggulangan kanker kolorektal yang juga dikenal dengan kanker usus besar dengan mendorong keterlibatan seluruh unsur masyarakat. (btl)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here