JAKARTA — Konsep dasar Optional Application (AO2) yaitu sentralisasi, multi level entity, cabang dan konsolidasi, multi departemen, multi valuta, dual custodian, daily closing, dan fully audit trial. OA2 bersifat sentralistik dengan demikian semua data  pengguna akan tersimpan di satu titik dan info yang didapat darinya pun cukup disajikan dari titik ini. Asalnya sistem ini adalah bagian dari core banking sistem yang sifatnya opsional. Bisa untuk sistem syariah dan bisa untuk konvensional serta sekaligus untuk syariah dan konvensional dalam satu sistem tetapi hanya untuk single entity. (Minggu, 15/04)

Menurut Ramlan Abdul Madjid, sebagai Direktur Tekno Dompet Dhuafa Social Enterprise mengatakan, bila diterapkan di Dompet Dhuafa, artinya satu sistem untuk semua entitas baik dari yayasan maupun dari unit usaha yang ada dalam naungan Dompet Dhuafa dan semua lapisan yang berkepentingan dengan info darinya dapat secara langsung tersaji dari sini.

Rancangan master chart of account yang tunggal dan mewakili seluruh entitas maka Pengaturan pos-pos keuangan dapat lebih mudah diatur dan yang sama dapat diberlakukan satu untuk semua sementara yang spesifik tetap dapat diberlakukan untuk masing-masing.

Pada entitas tidak perlu lagi setor laporan karena datanya sudah ada ditempat yang sama. Pemantauan transaksi oleh mereka yang berkepentingan secara langsung dapat dilakukan di satu titik. Laporan Konsolidasi setiap saat dapat dilakukan. Dengan penambahan fitur tertentu, manajemen puncak dapat memantau pisisi keuangan individual entry maupun konsolidasi dari mana saja dan kapan saja melalui handset-nya masing masing tanpa barus minta terlebih dahulu ke orang keuangan.

“Harapan dengan adanya pelatihan dan pengenalan sistem akuntan AO2 dilingkup Dompet Dhuafa sejak Kamis dan Jumat (12-13/4), semua yang terlibat memiliki komitmen yang sama untuk mensukseskan pencapaian tujuan ini. Sebab sukses sistem informasi tidak hanya ditentukan saat aplikasi ini diawali tetapi yang jauh lebih penting saat itu beroperasi selamanya tidak pernah berakhir”, pungkas Ramlan.

Ada prinsip dibidang pengolahan data “Apa yang masuk itulah yang keluar”, dimaksudkan, sampah yang masuk maka infonya juga sampah. Maka dari itu, semua yang terlibat harus menjaga konsistensi pemasukan data yang tepat waktu dan akurat. Semoga info yang keluar akan akurat dan penuh manfaat. (adv)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here