JAKARTA – Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara menantang pelajar dan mahasiswa Indonesia yang ada di Tiongkok untuk kembali di Indonesia dan ikut membangun ekonomi digital di Indonesia. Hal itu disampaikan Menteri Rudiantara dihadapan peserta Seminar Unplugged bertemakan S.I.D.E (Startup, Inovation, Digital, Entrepreneur) di Beijing, Tiongkok, Sabtu (07/04) kemarin.

Melalui video conference dari Lantai 7 Gedung Utama Kementerian Kominfo, Jakarta, Menteri Kominfo mengajak mahasiswa Indonesia yang belajar di Tiongkok kembali ke Indonesia untuk mengembangkan start up di Indonesia. “Jadi kawan-kawan yang belajar di Tiongkok, kembali ke Indonesia bisa kembangkan start up. Belajarlah semaksimal mungkin, tidak hanya di perguruan tinggi tapi juga perusahaan yang ada di sana. Semaksimalnya, setelah itu kembali ke Indonesia,” katanya.

Menteri Kominfo juga menyatakan, era saat ini merupakan masa ekonomi digital. Semua bisnis, terutama e-commerce dan yang ada kaitannya dengan proses baru memanfaatkan teknologi berbasis internet. Pemerintah Indonesia pun telah melakukan antisipasi perkembangan ekonomi digital dan era Industri 4.0. “Di Indonesia, terjadi perubahan ekonomi, yang tadinya berbasis komoditas ke ekonomi berbasis services. Apalagi pemanfaatan teknologi digital untuk create ekonomi baru.  Dalam hal ini kita bicara soal e-commerce atau platform aplikasi yang menghasilkan tantangan baru ekonomi kita,” ujarnya.

Mengenai potensi ekonomi digital di Indonesia, Menteri Rudiantara menyebutkan saat ini Indonesia sudah ada empat unicorn yang berkembang dari start up, yaitu GoJek, Traveloka, Tokopedia, dan Bukalapak. “Kalau jadi start up pasti cita-citanya jadi unicorn, kita (Pemerintah Indonesia) ingin punya banyak unicorn. Kita ingin seperti Amerika dan Tiongkok yang punya ratusan unicorn,” imbuhnya.

Selain target unicorn, Menteri Kominfo menjelaskan tujuh besar pengembangan e-commerce di Indonesia. “Kita punya obyektif besar, USD 130 Miliar dolar Tahun 2020. Angka itu 11% dari ekonomi kita dihitung dari market exchange rate. Diperkirakan ekonomi kita nantinya mencapai USD 1,2 Triliun,” jelasnya.

Untuk mewujudkan itu, Menteri Rudiantara mengakui pemerintah tidak bisa bekerja sendiri, namun melibatkan seluruh ekosistem ekonomi digital. “Pemerintah bekerja sama dengan ekosistem, dengan teman-teman yang di lapangan untuk membuat arah atau Peta Jalan e-Commerce Indonesia yang sudah dituangkan dalam Peraturan Presiden,” pungkasnya. (btl)

 

Sumber : www.kominfo.go.id

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here