CIREBON – Mengenal Haul suatu Pesantren berarti juga mengenal para Ulama Perintis yang memiliki dedikasi dan semangat juang tinggi untuk Pesantren tersebut. Mengenal Haul Buntet tentu tidak terlepas dengan mengenang para pendiri, para perintis Pondok Buntet Pesantren, merekalah Guru-guru Kita, Kakek-kakek Kita yang telah mengorbankan banyak hal demi dakwah islam lewat Pondok Buntet Pesantren. Jumat,(6/4)

Satu hal, yang akan kita soroti adalah inisiatif dari Kiai Abdul Jamil untuk mengadakan Haul yang ditujukan bagi dua ulama perintis Pondok Buntet Pesantren yaitu Mbah Muqoyyim dan Mbah Muta’ad. Kita jangan membayangkan Haul saat itu seramai dan semegah seperti Haul Buntet masa kini, Haul saat itu masih sangat sederhana yang mungkin masih terbatas untuk kalangan sendiri, tidak ada pejabat yang diundang karena memang kondisi saat itu yang merupakan masa penjajahan dan pejabat pemerintahan tentunya adalah orang-orang yang ditunjuk oleh penjajah sedangkan sikap Buntet tetap konsisten untuk tidak kooperatif dengan Penjajah.

Menguatkan persaudaraan antara Dompet Dhuafa dengan Buntet Pesantren, maka dalam Haul Buntet Pesantren akan menyelenggarakan layanan kesehatan yang ditujukan pada masyarakat dhuafa sekitar Cirebon terutama wilayah Buntet Pesantren, Astanajapura, Cirebon, Jawa Barat. Ini merupakan  yang pertama kali Dompet Dhuafa kolaborasi dengan Pondok Buntet Pesantren Cirebon melalui Ikatan    Keluarga Alumni Buntet (IKLAB) .

“Pertimbangan kami memilih Pondok Buntet Pesantren karena Konsen lembaga Filantropi Islam dalam pergerakan dakwah bil lisanil hal melihat peran pesantren yang sangat besar dalam melakukan pembinaan untuk mengangkat harkat dan martabat umat.  Sentuhan dakwah yang tetap menjaga kearifan budaya lokal,   aplikatif, pragmatis dan transformatif sudah semestinya  menjadikan pesantren sebagai   pilihan dan mitra solusi strategis dalam menyelesaikan persoalan masyarakat, bangsa dan keumatan”, ujar Ust. Ahmad Shonhaji sebagai Direktur Dakwah dan Layanan Tanggap Darurat Dompet Dhuafa.

Pondok Buntet Pesantren secara sejarah menjadi salah satu legenda pesantren tua di Jawa  yang menginspirasi banyak  lahirnya Pondok Pesantren besar di pulau Jawa dan  mencetak banyak tokoh penting yang berkontribusi dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia dengan mentransformasikan prinsip ajaran Islam yang rahmatan lil ‘aalamiin dalam membangun nilai dan sendi  prinsip kebangsaan. Sejarah dan perkembangan Pondok Buntet Pesantren inilah yang menjadi daya tarik kuat kolaborasi Layanan kesehatan Dompet Dhuafa dalam acara haul para masyayikh Buntet Pesantren Cirebon tahun  2018.

“Diharapkan umat Islam menjadikan  pesantren sebagai mitra strategis dan agent  social of changed yang mampu menjawab permasalahn sosial  dan kebutuhan umat serta bangsa disemua aspek seperti spiritual, pendidikan termasuk  vocasional dan life skill, pemberdayaan ekonomi , entrepreneurship dan juga tentunya kesehatan masyarakat”, tutup Ustad. Ahmad Shonhaji. (adv)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here