Sasakawa Peace Foundation dan Dompet Dhuafa Hidupkan Taman Gesang

212

SOLO— Menginjak usia 25 Tahun Dompet Dhuafa berkontribusi aktif di masyarakat dan telah melakukan banyak kerja sama dengan berbagai pihak. Hal itu dilakukan guna membangun sinergi untuk memberdayakan masyarakat. Salah satunya bersinergi dengan Sasakawa dan Kebun Binatang Jurug, Solo. Upaya tersebut terlihat pada Sabtu (24/3) lalu.

Dompet Dhuafa bekerja sama dengan Kebun Binatang Jurug, Solo, mendirikan Kantin Sehat di lokasi tersebut. Kegiatan ini sekaligus untuk mendukung program pemerintah di bidang ekonomi dan meningkatkan taraf hidup masyarakat Kota Solo dan sekitarnya.

Taman Gesang yang menjadi bagian dari Kebun Binatang Jurug, Solo, kedepan akan kembali ‘dihidupkan’ sesuai dengan nama Gesang yang dalam bahasa Jepang artinya hidup. Dompet Dhuafa bekerja sama dengan Kebun Binatang Jurug, Solo, kedepannya akan menyelenggarakan “Dongeng Sejarah Kebudayaan Taman Gesang”.

Sebelumnya Dompet Dhuafa pada akhir 2017 mendapat undangan Sasakawa Peace Foundation (SPF) ke Jepang untuk mengenalkan tentang profil pergerakan lembaga.

Saat itu perwakilan Dompet Dhuafa yang diwakili oleh Parni Hadi, selaku Inisiator, pendiri dan Pembina Dompet Dhuafa, drg. Imam Rulyawan, selaku Direktur Utama Dompet Dhuafa Filantropi, dan Yudha Abadi, selaku Direktur Pengembangan Jaringan dan Corporate Secretary membawa proposal Taman Gesang.

Hingga pada akhirnya membawa daya tarik lembaga dari Negeri Matahari Terbit tersebut, bersinergi dengan Dompet Dhuafa. “Kegiatan dongeng sejarah kebudayaan Taman Gesang dihadiri oleh Perwakilan dari Sasakawa Peace Foundation dari Jepang, dan Anak-anak PAUD di Kota Solo.

Kedatangan tim perwakilan dari Sasakawa Peace Foundation (SPF) juga bermaksud untuk melakukan penelitian di Yogyakarta dan Solo. Perwakilan Sasakawa Peace Foundation dapat langsung melihat kondisi Taman Gesang saat ini, yang sejatinya mempunyai nilai sejarah dengan negeri asalnya. Karena Taman tersebut dahulu dibangun bersumber dari donasi bersama-sama warga Jepang. Sebagian dari mereka merupakan pecinta karya lagu Gesang, terutama Bengawan Solo,” tutur Yudha Abadi, selaku Direktur Pengembangan Jaringan dan Corporate Secretary.

Ditambahkan, dengan adanya kunjungan dari Sasakawa Peace Foundation (SPF)  dan berbagai kegiatan masyarakat di Taman Gesang, diharapkan dengan cepat menghidupkan Taman Gesang. Kerjasama dengan SPF maupun masyarakat dan pemerintah Jepang, diharapkan dapat membantu merestorasi atau merenovasi Taman Gesang. Keinginan merestorasi Taman Gesang sebagai bentuk inisiasi Dompet Dhuafa dalam membantu persaudaraan kedua negara yakni Jepang dan Indonesia. Lantaran saat ini kondisinya sudah banyak yang mengalami kerusakan,” pungkas Yudha Abadi.

Perwakilan Sasakawa Peace Foundation diajak oleh Dompet Dhuafa untuk memanfaatkan waktu kunjungan dengan mengenalkan batik dan berbagai produk budaya lainnya, selain mengunjungi program-program pemberdayaan Dompet Dhuafa di Jogjakarta dan Solo, mereka menyempatkan diri ke kampung herbal Baitul Maal wat Tamwil (BMT) dan shelter di Solo Zoo.

Perwakilan Sasakawa Peace Foundation (SPF) bersama Dompet Dhuafa juga tidak luput untuk membahas kolaborasi kedua lembaga di kawasan asia pasifik dalam berbagai isu kemanusiaan termasuk respon di Myanmar dan Suriah. (adv)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here