JAKARTA – Dalam dunia fotografi, pencahayaan adalah salah satu kunci. Pencahayaan yang terlalu terang seringkali mengakibatkan sebagian detail foto tidak tampak dengan jelas, dan sebaliknya saat minim pencahayaan, foto terlihat blur atau dipenuhi bintik yang biasa disebut noise. Secara sederhana aperture bisa diartikan bukaan lensa yang mempengaruhi jumlah cahaya yang masuk ke sensor. Nilai aperture yang kita pilih akan menentukan seberapa kecil atau besarnya bukaan lensa. Semakin besar bukaan lensa maka semakin besar pula cahaya yang masuk, dan sebaliknya semakin sempit bukaan lensa maka semakin sedikit cahaya yang masuk.

istimewa

Samsung Galaxy S9 dan S9+ hadir dengan teknologi dual aperture yang berfungsi seperti mata manusia – mampu menyesuaikan bukaan lensa sesuai dengan kondisi cahaya. Bahkan, Galaxy S9 dan S9+ adalah smartphone pertama yang memiliki kemampuan dual aperture dengan bukaan F/2.4 dan F/1.5. Fitur ini memungkinkan pengambilan gambar yang tetap baik di segala kondisi pencahayaan, terang maupun temaram.

Berbagai momen kini dapat ditangkap dengan indah, tanpa terkendala masalah pencahayaan. Pada kondisi low light, kamera smartphone umumnya membutuhkan cahaya tambahan, untuk pengambilan gambar. Namun, gambar yang diambil dengan bantuan cahaya tambahan atau flash memiliki beberapa kekurangan, misalnya terlihat kurang natural dan terkadang terlihat over exposure. Belum lagi ketika mengambil foto objek dengan bantuan cahaya tambahan, tak jarang muncul efek red eye pada mata dari objek foto, dan sering kali membuat objek berkedip akbiat cahaya yang menyilaukan. Kehadiran fitur Super Low Light pada Galaxy S9 dan S9+ menjadi jawaban dari permasalahan tersebut. Bukaan besar F/1.5 yang disematkan menjadikan Galaxy S9 dan S9+ mampu menangkap gambar di tengah kondisi low light tanpa mengorbankan kualitas gambar: bebas blur, bebas noise dan dengan detail yang luar biasa. (rls/btl)

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here