JAKARTA– Dulux memberikan pengalaman warna yang lebih banyak kepada warga Jakarta melalui aktivitas pengecatan mural di tiang Jalan Layang Non Tol Antasari.

Dulux, sebuah merek dari AkzoNobel belum lama ini dengan bangga dapat mendukung inisiatif Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk menata dan membersihkan lingkungan serta melukis tiang kolong Jalan Layang Non Tol di Jalan Antasari Kota Administrasi Jakarta Selatan.
Dasar pelaksanaan inisiatif ini
adalah Instruksi Gubernur Nomor 16 Tahun 2018 Tentang Pelaksanaan Program Pengecatan Kolong Layang Jalan Layang Non Antasari, dengan tujuan mewujudkan kota yang tertata dan berseni.
Pengecatan melibatkan siswa dari 64 SMA/SMK yang dipilih oleh Institut Kesenian Jakarta (IKJ). “Kami dari AkzoNobel berkomitmen untuk memberikan warna bagi kehidupan masyarakat dengan membantu memperindah lingkungan tempat tinggal mereka melalui program Let’s Colour Indonesia,” kata Jun de Dios, Presiden Direktur PT ICI Paints Indonesia (AkzoNobel Decorative Paints Indonesia).
Ditambahkan, pihaknya percaya pada kekuatan transformasi warna yang dapat mengubah kehidupan dengan memperkaya serta membuat ruang tempat tinggal menjadi lebih berwarna, nyaman dan menyenangkan. “Kekuatan yang diberikan dari cat dapat membuat kehidupan sehari-hari kita sedikit lebih baik dengan cara yang tidak disangka-sangka sekaligus menghibur. Inilah mengapa kami sangat senang dapat berkolaborasi lagi dengan Pemprov DKI Jakarta, bersama-sama dengan para pelaku industri,” tambahnya.
Sementara itu, dalam kegiatan itu lebih dari 1.100 liter cat Dulux Weathershield digunakan dalam pengecatan mural di tiang kolong Jalan Layang Non Tol Antasari. Jalan Layang Non Tol Antasari adalah konstruksi ikonik yang memainkan peranan penting bagi warga Jakarta karena menghubungkan area-area penting di Jakarta Selatan. Diharapkan warga Jakarta, terutama mereka yang melewati jalan tersebut setiap hari, mendapatkan manfaat dan merasakan dampak positif dari kekuatan transformasi warna dengan menikmati lukisan mural warna-warni yang bercerita tentang seni, budaya, dan pembangunan Kota Jakarta dulu dan sekarang. (dem)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here