JAKARTA– PT Kioson Komersial Indonesia Tbk (Kioson), perusahaan teknologi penyedia jasa Online-to-Offline (O2O) e-commerce pertama di Indonesia, Jumat (2/3) mengumumkan hasil dari Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar di kantor pusat perseroan di AXA Tower Lantai 42, Kuningan, Jakarta Selatan.

RUPSLB yang dihadiri oleh para pemegang saham dan segenap jajaran komisaris, direksi Perseroan ini mengumumkan agenda utama yakni pergantian kepengurusan Perseroan dan Perubahan Anggaran Dasar Perseroan.

Dipimpin oleh Viperi Limiardi selaku Komisaris Utama, Kioson mengumumkan bahwa Perseroan telah menerima surat pengunduran diri dari dua direktur dan satu komisaris yakni Setiawan Parikesit Kencana selaku Direktur Keuangan Perseroan, terhitung sejak tanggal 22 Desember 2017 lalu, Rico Ofna Putra selaku Direktur Independen Perseroan dan Tan Giok Lan selaku Komisaris Independen Perseroan, keduanya terhitung sejak tanggal 17 Januari 2018.

Sebagai penggantinya, RUPSLB menunjuk direktur dan komisaris pengganti yaitu, Jasin Halim selaku Direktur Utama merangkap Direktur Keuangan, Brian Limiardi selaku Direktur Independen dan Stephen Listyo selaku Komisaris Independen.

Penunjukkan Stephen Listyo selaku Komisaris Independen melengkapi jajaran dewan komisaris Kioson dimana saat ini jabatan Komisaris Utama dijabat oleh Viperi Limiardi sebagai Komisaris Utama dan Roby Tan sebagai Komisaris. Sementara itu, Brian Limiardi sebagai Direktur Independen Kioson saat ini bertanggung jawab di divisi Business Development, Operasional dan Marketing.

“Saya mewakili segenap keluarga besar Kioson mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas komitmen dan kerja keras yang telah diberikan oleh kedua direktur dan komisaris yang telah membersamai Kioson sampai ke tahap ini. Kami meyakini perubahan struktur kepengurusan yang baru ini mampu meneruskan kerja keras yang telah dibangun oleh para direktur dan komisaris di periode sebelumnya,” papar Jasin Halim, Direktur Utama Kioson.

Selain mengumumkan pergantian jajaran direktur dan komisaris, RUPSLB juga membahas mengenai penyesuaian anggaran dasar perseroan yang berhubungan dengan pengajuan perizinan salah satu kegiatan usaha Kioson yaitu pengelolaan system transaksi uang elektronik (e-money) yang meliputi penyelenggaraan transfer dana, penyelenggaraan sistem pembayaran (Prinsipal, Switching, Penerbit, Acquirer, Payment Gateway, Kliring).

Mengikuti pesatnya pertumbuhan mitra kios yang mencapai 30.000 mitra per Desember 2017 silam, Kioson kini semakin fokus untuk membangun inovasi dan kerjasama strategis guna membantu mitra-mitra kios agar semakin sejahtera lewat peningkatan pendapatan dan skala usahanya.

“Sebagai perusahaan teknologi, Kioson kini tengah bergerak dengan sangat cepat dalam mengikuti perubahan tren baik dari sisi teknologi dan konsumen. Kedepan, Kioson akan terus mengarahkan strategi untuk mendorong ekspansi pasar sekaligus memperkaya kualitas layanan agar dapat terus memberikan dampak positif bagi kesejahteraan mitra kios Kioson. Selain itu, kami juga akan menjaga kepercayaan para pemangku kepentingan dan pemegang saham dengan terus mengembangkan teknologi dan inovasi untuk memastikan kinerja perseroan yang kuat dan stabil,” tutup Jasin. (dem)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here