Tangerang Selatan –  Guna melestarikan kebudayaan Indonesia serta membangunkan ekonomi kreatif daerah yang akan menciptakan lapangan pekerjaan tersendiri di daerah tersebut,  serta banyaknya suku dan kebudayaan yang di miliki Indonesia sangat memungkinkan untuk mementaskan dan menyajikan berbagai macam kebudayaan setiap daerah yang dimiliki dengan konsep dan cara yang berbeda-beda.

Seiring perkembangan jaman dan semakin menurunnya minat masyarakat akan seni dan budaya ini, Kampung Wadassari yang mayoritas penduduknya bersuku Jawa ingin mengenalkan dan ikut serta melestarikan seni dan budaya Jawa kepada warga Tangerang Selatan.

Acara berlangsung pada tanggal 9 – 10 Februari 2018 lalu, dihadiri oleh Wakil Ketua DPRD Tangsel, Anggota DPRD Tangsel, Dinas Pariwisata, Camat Pondok Betung, Lurah, Koramil serta Kapolsek Pondok Aren berserta jajarannya. Berbagai rangkaian acara disajikan mulai dari cek kesehatan oleh UPT Puskesmas Pondok Betung, Donor Darah dari PMI Tangsel, Cek Darah dari RS. Premier Bintaro, Lomba mewarnai bersama Kimbo, Bazaar UMKM, Bazaar kuliner daerah, Parade Batik, Penampilan Bujang Ganong cilik, dengan acara puncak Campur Sari dengan bintang tamu artis Ratna Listy dan penyanyi Sonny Josz, serta pagelaran Wayang Kulit semalam suntuk dengan dalang Ki Axel Agung Wicaksono yang merupakan dalan cilik dari Klaten.

“Melalui Pagelaran Seni Budaya HUT Wadassari 41 tahun ini akan menjadi momen mengenang sejarah berdirinya kampung Wadassari serta melalui acara ini kita ikut melestarikan kebudayan daerah sebagai wujud cinta kita terhadap tanah air Indonesia” Pungkas Indra (Koordinator Acara).

Semoga dengan semakin banyaknya acara seni dan budaya yang dipentaskan, dapat menjaga dan menambah rasa cinta kita terhadap adat dan seni budaya Indonesia.(rls_kho)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here