Pasokan Beras Pemerintah (CPB) Tersendat 

191

SOLO – Sejumlah pedagang di Pasar Legi Solo mengeluhkan pasokan cadangan beras pemerintah (CPB) dari Perum Bulog yang tersendat. Pasalnya sudah beberapa waktu terakhir ini pasokan belum juga dikirim lagi.

Pedagang beras di Pasar Legi mengaku dampak dari tersendatnya pasokan tersebut, saat ini pihaknya kembali menjual beras medium yang diambil dari pedagang besar. Namun kualitasnya tidak sebaik milik Bulog dan harganya juga lebih tinggi dari CBP yang dikeluarkan oleh Bulog. Sebagai perbandingan, jika beras Bulog dijual dengan harga Rp9.350 perkilogram, untuk beras yang dijualnya saat ini harganya Rp10.500 perkilogram.

“Terakhir saya terima 9 Februari, sampai saat ini sudah minta lagi tetapi belum dikirim. Untuk kualitas sebenarnya lebih bagus milik Bulog. Selain lebih murah, berasnya lebih putih dan bersih,” urainya, Selasa (20/2) lalu.

Ditambahkan Ali, dari awal menjual CBP pada 9 Januari hingga sekarang, sudah terjual sebanyak 1,4 ton. Setiap harinya beras CBP yang dijual Ali laku 5-6 sak dimana persaknya berisi 15 kilogram.

Pedagang lain, Sri dimana sudah sejak 10 hari yang lalu belum menerima kiriman beras dari Bulog. “Padahal banyak yang beli, dari awal sampai sekarang saya sudah jual 75 sak,” terangnya.

Terkait hal itu Kepala Perum Bulog Subdivre III Surakarta, Titov Agus Sabelia tak mau banyak berkomentar. Ia hanya mengatakan Bulog masih terus berkoordinasi dan memasok sesuai permintaan pedagang. “Kita masih terus droping. Ada pemetaan lagi agar lebih merata dan pas sasaran. Koordinasi dengan tim lapangan terus terjadi,” tandasnya. (cha/dem)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here