Masyarakat Solo Dinilai Lebih Memilih Tinggal di Rumah Tapak

133

SOLO—Masyarakat Solo dinilai masih menginginkan tinggal di rumah tapak jika dibandingkan rumah vertikal. Oleh karena itu, pengembang saat ini sedang mengebut pembangunan rumah.

Ketua Real Estat Indonesia (REI) Soloraya, Anthony Abadi Hendro P., menyampaikan masyarakat Solo masih memillih rumah tapak untuk ditinggali. Lahan yang tersedia pun masih banyak, diantaranya di Sukoharjo, Karanganyar, Sragen, dan Boyolali yang lokasinya berbatasan dengan Solo. Apalagi saat ini kemacetan di Solo dan sekitarnya belum terlalu parah.

“Lahan di sekitar Solo masih banyak dan bisa dibeli di harga Rp300-an juta, kalau Kartasura dan Colomadu memang sudah Rp400-an juta ke atas. Meski begitu, masyarakat biasanya lebih memilih tinggal di rumah tapak,” ungkap Tony kepada wartawan, Kamis (15/2).

Dia mengatakan ke depan, rumah vertikal memang dibutuhkan tapi setelah lahan untuk pembangunan rumah habis dan kemacetan tinggi. Tony mengatakan saat ini pengembang sedang melanjutkan pembangunan rumah yang belum rampung di tahun lalu sambil menunggu regulasi baru terkait tata ruang dan tata wilayah (RTRW) untuk mengajukan perizinan pembangunan di tahun ini.

“Kami berupaya supaya pembangunan rumah tahun ini lebih tinggi dengan mencapai 5.000 unit yang 80% [4.000 uniit] diantaranya adalah rumah subsidi. Hal ini karena permintaan rumah subsidi sangat tinggi,” kata dia.

Humas Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Solo, M. S. U. Adji, menyampaikan munculnya condotel karena perubahan dari apartemen bukan hal yang mengagetkan. Dia mengatakan selama ini sudah banyak indekos yang berubah fungsi dengan melayani penginapan harian layaknya hotel. Dia menilai ketika pengusaha memutuskan untuk mengubah konsep berarti dinilai masih ada peluang yang bisa digarap.

“Kehadiran condotel tentu akan semakin menambah ketatnya persaingan bisnis perhotelan. Namun asalkan semua fair enggak masalah, seperti pembayaran pajak. Nanti biar konsumen yang memilih ingin menginap dimana,” pungkasnya. (cha/dem)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here