Telusuri Titik Daerah Banjir, DMC Terus Evakuasi Warga

64

JAKARTA— Kabar terus mengalir baik media massa maupun sosial media bahwa kenaikan debit air di pintu air Katulampa, Bogor sejak pagi ini. Tingginya curah hujan yang mengguyur kawasan Puncak, Bogor dan sekitarnya mengakibatkan terjadi longsor di sejumlah titik pada kawasan Puncak, Bogor. Curah hujan yang tinggi serta ditambah jumlah debit sungai yang semakin memasuki siaga satu, mengakibatkan banjir  di sejumlah kawasan di Ibukota Jakarta.

Laporan dari tim Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa, sejumlah wilayah di bantaran kali Ciliwung dilanda banjir dengan ketinggian yang bervariasi, hingga saat ini tim DMC masih dilokasi banjir, pada tadi siang banjir setinggi 80 cm melanda wilayah Tanjung Sanyang, RT 08/RW 08, Kelurahan Cawang, Kecamatan Kramat Jati, Jakarta Timur.

aksi dr. Malik dengan para pasien di Kabupaten Asmat

Menurut drg. Imam Rulyawan MARS, sebagai Direktur Utama Dompet Dhuafa Filantropi mengatakan, “Tim DMC dengan dibantu para relawan pemuda setempat mencoba untuk terus mengevakuasi sejumlah warga yang terkena dampak, fokus Tim DMC saat ini mengupayakan evakuasi sejumlah warga dan menghimbau warga agar menjauhi wilayah bantaran sungai”.

“Sejak Senin malam (5/02), Warga Tanjung Sanyang Cawang mengungsi sementara di masjid Al-Hidayah dan beberapa lokasi yang masih aman dari banjir. Saat ini kami terjunkan tim ke sejumlah titik, untuk respon cepat banjir Jakarta kali ini. Ada beberapa tim di Cawang, Cipinang Melayu serta Rawa Buaya. Sehingga respon terhadap warga akan lebih cepat ke siap siagaan datangnya bencana banjir di Jakarta dan Sekitarnya”, lanjut drg. Imam Rulyawan, MARS.

Sejak status Siaga 1 di Bendung Katulampa , tim Respon DMC Dompet Dhuafa dengan sigap meluncur ke kawasan berpotensi banjir besar. Tersebarnya para relawan di sejumlah titik, juga membantu proses evakuasi warga dengan cepat. Himbauan bagi masyarakat yang berada di wilayah bantaran sungai harap mempersiapkan diri untuk harus dievakuasi, menyimpan dokumen-dokumen penting agar tidak hanyut terbawa arus banjir, matikan aliran listrik, hentikan penggunaan gas, dan menjauhi daerah-daerah aliran sungai yang berarus deras, hal ini diutarakan Syamsul Ardiansyah karena masih banyak masyarakat yang menonton dilokasi bencana bahkan ber-selfie di wilayah tersebut.

Pada lokasi yang berbeda di Indonesia bagian Timur, rekan-rekan Dompet Dhuafa tengah mengupayakan kesehatan untuk anak-anak Asmat. Berbagai upaya dari imunisasi Campak, pendirian pos gizi hingga intervensi pengadaan air bersih, mulai Dompet Dhuafa gulirkan. Semoga dengan doa dan bantuan Anda semua, krisis kemanusiaan dan bencana di Indonesia lekas teratasi.

“Terjadinya bencana di Seluruh Indonesia menjadi alat ukur rangkaian solidaritas kemanusiaan yang tidak hanya sesaat tetapi juga harus menjadi awal membangun kesadaran dalam mitigasi resiko bencana”, ucap drg. Imam Rulyawan MARS. (adv)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here