Maret Beroperasi, JSN Gelar Acara Sepedaan 

306

SURAKARTA – Menjelang diresmikan dan dioperasikannya Jalan Tol Solo-Ngawi secara penuh, PT Jasamarga Solo Ngawi (JSN) menggelar acara sepedaan yang bertajuk “Pit-Pitan Ing Dalan Tol”. Jalan Tol Solo-Ngawi sendiri ditargetkan akan diresmikan pada  Maret tahun 2018.

Gelaran “Pit-Pitan Ing Dalan Tol Solo-Ngawi” melibatkan 2.700 peserta berlangsung Minggu (4/2) yang mengambil start dan finish di Gerbang Tol (GT) Klodran, dan dimulai pukul 06.30 hingga pukul 10.30 WIB.

istimewa – Jasa Marga

Kategori acara dibagi menjadi dua, yakni kategori I dengan jarak 20 Km dan kategori II dengan jarak 50 Km. Jarak 20 Km start dari GT Klodran, dan menempuh rute melewati GT Karanganyar, dan kembali finish di GT Klodran. Sedangkan untuk kategori 50 Km akan mengambil start di GT Klodran, melewati GT Sragen, dan kembali finish di GT Klodran.

Dalam menyelenggarakan perlombaan ini, PT JSN menyiapkan tiga unit ambulans yang tersebar di GT Klodran, GT Karanganyar, dan GT Sragen, serta 1 pos kesehatan utama yang ditempatkan di GT Klodran. Selain itu, setiap 5 Km di sepanjang arena perlombaan, PT JSN juga menempatkan petugas untuk memberikan minum dan buah bagi para peserta lomba.

istimewa – Jasa Marga

Direktur Utama PT JSN David Wijayatno selaku anak usaha PT Jasa Marga (Persero) Tbk. yang mengelola jalan tol ini berharap dengan digelarnya perlombaan ini, masyarakat bisa lebih mengenal Jalan Tol Solo-Ngawi yang akan segera diresmikan. Terlebih, gelaran ini bisa menjadi ajang sosialisasi bagi transaksi elektronik yang akan langsung diterapkan di jalan tol ini.

“Kegiatan ini diadakan sebagai puncak sosialisasi PT JSN kepada masyarakat terkait Jalan Tol Solo-Ngawi yang akan segera dioperasikan Maret mendatang. Kami juga berharap pengguna jalan tol nantinya siap dengan sistem transaksi non tunai ketika jalan tol ini dioperasikan. Peserta event tidak akan kecewa karena ada banyak titik menarik untuk mengambil foto dengan pemandangan alam yang indah dari Gunung Lawu, Gunung Merapi, dan Gunung Merbabu,” ujarnya.

Lebih lanjut, David menjelaskan bahwa sampai dengan awal Februari 2018, progres pembangunan konstruksi jalan tol dengan total panjang 90,25 Km ini, sudah mencapai 88,87%. Sedangkan dari segi pembebasan lahan, proyek yang tergabung dalam Proyek Strategis Nasional (PSN) ini sudah mencatatkan progres sebesar 95,79%. Ia menyatakan bahwa pihaknya terus melakukan upaya percepatan guna memenuhi target yang telah ditetapkan.

“Kami berusaha secepat mungkin menyelesaikan konstruksi jalan tol Solo- Ngawi. Kami berharap dapat selesai sesuai targetnya yaitu Maret 2018 ruas ini bisa beroperasi penuh melayani kebutuhan masyarakat,” ujar David.

Ia juga menyatakan jika telah dioperasikan, dukungan infrastruktur Jalan Tol Solo-Ngawi menjadi salah satu upaya dalam memecah masalah transportasi darat dan konektivitas baru yang dapat berdampak positif bagi ekonomi kawasan  Solo dan sekitarnya, karena diperkirakan dapat memangkas waktu tempuh hingga 50% dimana sebelumnya dari Kertasura hingga Ngawi memakan waktu 3 jam, namun setelah pengoperasian jalan tol nanti dapat ditempuh dalam waktu kurang lebih 1 jam 30 menit.

Jalan Tol Solo-Ngawi dilengkapi dengan lima Gerbang Tol (GT), yakni GT Kartasura (Ngasem), GT Solo (Klodran), GT Karanganyar (Kebakkramat), GT Sragen (Pungkruk), dan GT Ngawi (Kota Ngawi). Untuk mempermudah masyarakat dalam mengakses jalan tol, PT JSN juga mempersiapkan Simpang Susun (SS) yang pada tahap pertama terdiri dari SS Klodran, SS karanganyar, SS Sragen, dan SS Ngawi, sedangkan pada tahap kedua akan dibangun juga SS Purwodadi, SS Sragen Timur, dan SS Bandara Adi Soemarmo Boyolali. (dem)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here