Pahami dan Waspadai Mitos Kanker

213

JAKARTA– Dalam rangka menyongsong Hari Kanker Sedunia, Yayasan Kanker Indonesia (YKI) mengajak masyarakat untuk bergerak secara aktif dan meningkatkan pemahaman tentang salah satu penyakit yang paling mematikan di dunia, kanker.

Hari Kanker Sedunia jatuh pada 4 Februari setiap tahunnya, dan diperingati juga di Indonesia dengan serangkaian kegiatan yang mengacu pada Union for International Cancer Control (UICC).

Istimewa – Prof. Aru Sudoyo Ketum YKI bersama Pengurus Bidang Humas YKI

Kegiatan tersebut memiliki spirit ‘We can I can’ atau ‘Kita Bisa Aku Bisa’ yang maksudnya didalam penanggulangan kanker ada upaya-upaya yang dapat dilakukan bersama-sama termasuk dilakukan oleh diri sendiri.

Dalam dua dasawarsa terakhir, menurut UICC sebanyak 21,7 juta orang terkena kanker secara langsung, sehingga upaya pencegahannya harus dilakukan secara bersama-sama, mengingat kanker dapat menyerang siapapun. Hal ini mengingat banyak pasien baru mendeteksi kanker ketika sudah stadium lanjut, dan lebih buruk lagi ketika pasien lebih mempercayai mitos tentang kanker sehingga kondisinya menjadi lebih parah.

Ketua Yayasan Kanker Indonesia, Prof. DR. dr. Aru Wisaksono Sudoyo, SpPD, KHOM, FACP, mengatakan, “Kami mengajak masyarakat secara bersama-sama untuk meningkatkan pengetahuan dan kepedulian terhadap penyakit kanker, berikut pencegahan dan penanganannya baik bagi penderita kanker maupun orang-orang disekelilingnya,” katanya.

Spirit ‘We Can I Can’ dapat membuat perubahan yang signifikan, sebagaimana setiap orang dapat memainkan peran penting dalam menjaga kesehatan dan kebugarannya, seperti berolah raga, tidak mengkonsumsi alkohol, menghindari menghisap rokok, dan mengurangi konsumsi daging yang diproses.  Setiap posting atau berbagi informasi di media massa maupun media sosial dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang kanker.

Sementara itu, menurut UICC, riset menunjukkan bahwa, pasien kanker payudara dapat mengurangi risiko terjangkitnya kembali hingga 40% dengan melakukan kegiatan fisik yang direkomendasikan seperti olah raga ringan secara rutin.

Untuk itu, Prof. Aru Sudoyo lebih lanjut mengatakan, masyarakat dihimbau untuk tidak begitu saja percaya tentang mitos seputar kanker yang banyak beredar, alih-alih menyembuhkan, justru dapat memperburuk kondisi pasien kanker. “Segera lakukan konsultasi dengan dokter untuk deteksi kanker sejak dini,” tuturnya. (dem)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here