Penjualan dan Permintaan Kembang Api Lesu

249

SOLO— Pedagang kembang api di kota Solo keluhkan sepinya permintaan, meski perayaan malam tahun baru sudah dekat. Lesunya permintaan itu dianggap sebagai dampak dari kebijakan Walikota Solo yang melarang penyalaan kembang api pada saat malam pergantian tahun. “Permintaan turun drastis. Bahkan bisa lebih dari 80 persen jika dibanding tahun sebelumnya, ” ujar salah satu karyawan toko kembang api, Mey (40), Rabu (27/12).

Padahal untuk menyambut perayaaan malam tahun baru itu, dia mengaku sudah melakukan penambahan stok barang sejak jauh-jauh hari. Namun demikian, dipastikan barang dagangannya itu akan sedikit yang laku karena adanya larangan dari Walikota. “Kalau untuk permintaan dari masyarakat ada tapi tidak seberapa. Karena ada intruksi dari Walikota itu pasti banyak pedagang yang biasa ambil barang juga takut untuk berjualan,” jelasnya.

Sebelumnya,  Walikota Solo FX Hadi Rudyatmo, mengatakan sudah membuat surat edaran (SE) terkait pelarangan penyalaan kembang api tersebut. Alasannya selain dinilai tidak bermanfaat juga sebagai salah satu upaya untuk menjaga kondusivitas Kota Solo.

Sebagai penggantinya, Pemkot telah menyiapkan gong. Gong menunjukkan bahwa Solo itu sebagai kota budaya yang selalu menghargai dan menghormati serta melestarikan nilai budaya yang adi luhung. (cha/dem)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here