Syariah Hotel Solo Tawarkan Paket Spa Syariah

278

SOLO – Spa berkonsep syariah di Syariah Hotel Solo mendapat respon positif dari tamu hotel. Dengan konsep syariah, spa ini dinilai lebih menyajikan keamanan dan kenyamanan bagi tamu.

Public Relations Manager Syariah Hotel Solo, Paramita Sari Indah W mengatakan, paket spa berkonsep syariah ini diluncurkan pihaknya per akhir Desember 2016 lalu. Paket spa tersebut menjadi spa konsep syariah pertama yang ada di hotel ini.

Ditambahkan, layanan spa ini merupakan salah satu wujud komitmen internal management untuk senantiasa melakukan beragam inovasi sebagai penambah kenyamanan tamu yang menginap.

Dengan kehadiran spa ini, diharapkan dapat melengkapi fasilitas layanan yang saat ini masih jarang ditemukan di hotel syariah pada umumnya. Di samping sebagai pembuka pandangan masyarakat bahwa meskipun berbasis syariah, namun layanan yang disajikan tak kalah dibandingkan hotel konvensional. “Sejauh ini pada perkembangannya, layanan spa syariah mengalami perkembangan positif. Mereka menilai dengan konsep syariah, lebih memberikan aman dan nyaman,” papar Mita, Sabtu (9/12) lalu.

Sejauh ini dari serangkaian treatment yang menjadi favorit adalah body treatment, yang meliputi traditional massage, aromateraphy massage, dan hand and foot reflexiology, dengan durasi treatment selama 60 menit. Selain itu, adapula treatment lain seperti body mask, body scrub, facial, totok wajah, manicure pedicure.

Peminatnya justru yang berasal dari kalangan individu traveller. Dengan rata-rata peminat mayoritas adalah para wanita. Namun meskipun begitu pihaknya tetap melakukan sosialisasi dan promosi kepada masyarakat agar spa syariah ini kian diminati masyarakat.

Sementara itu, karena berkonsep syariah, layanan spa ini menggunakan ruangan terpisah antara wanita dan laki-laki, sehingga menciptakan kesan aman dan nyaman. Terapis yang diterjunkan pun tidak sembarangan. Untuk tamu wanita akan dilayani terapis wanita, dan untuk tamu laki-laki dilayani terapis laki-laki. “Selain itu, untuk penggunaan seragam terapisnya sendiri, khususnya wanita, dituntut untuk mengenakan hijab dan pakaian serba tertutup berbeda seragam terapis spa wanita pada umumnya. Meskipun konsepnya syariah, para terapis yang melayani merupakan terapis profesional,” pungkasnya. (cha/dem)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here