Peranan PNBP Terhadap APBN Cukup Signifikan

215

JAKARTA– Selama sepuluh tahun terakhir peranan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) terhadap APBN cukup signifikan. 25% penerimaan negara diperoleh dari PNBP. Pada acara PNBP Awards 2017, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati berharap seluruh pihak yang berkontribusi dalam pengelolaan PNBP dapat makin memahami peran PNBP. “Ini merupakan tahun kedua PNBP Awards, jadi mungkin tidak hanya sekedar memberikan award tapi juga untuk makin memahami dari peranan PNBP itu di dalam keseluruhan penyelenggaraan negara di Indonesia,” ungkap Menkeu di Aula Dhanapala, pada Kamis (30/11).

Selama ini Sumber Daya Alam, utamanya minyak bumi adalah penyumbang terbesar dalam PNBP. Namun demikian tantangan terbesar dalam mengelola dana tersebut adalah adanya faktor ketidakpastian harga. Oleh karena itu, Ia berpesan agar memperkuat pengelolaan PNBP dari sisi budgeting, jumlah yang diterima, dan dibukukan kemudian dimonitor penggunaannya.

Tidak hanya itu, PNBP sangat terkait dengan berbagai pungutan terhadap layanan yang telah diberikan oleh negara. Menkeu menginginkan para penyelenggara layanan dapat memberikan pelayanan yang terbaik agar masyarakat merasakan kegunaan atas biaya yang telah mereka keluarkan.

“Saya menghargai inisiatif yang baik ini yang tujuan utamanya agar kita semua sebagai bagian dari negara RI saling memahami dan saling menjalankan tugas fungsinya secara baik dan bisa menjelaskan ke rakyat secara baik. Sehingga rakyat akhirnya memahami dan merasa memiliki negara ini,” jelas Menkeu di acara yang bertemakan ‘Pelayanan Maksimal PNBP Optimal’. (rls)

Berikut Daftar pemenang PNBP Awards 2017:

Kategori Kementerian/Lembaga Pengelola PNBP Terbaik (Kelompok penerimaan di atas 1 Triliun):
- Kepolisian RI,
- Kementerian Komunikasi dan Informatika,
- Kementerian Perhubungan.

Kategori Kementerian/Lembaga Pengelola PNBP Terbaik (Kelompok penerimaan s.d 1 Triliun): 
- Badan Pengawas Tenaga Nuklir,
- Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah, 
- Badan Pusat Statistik.

Kategori Bank dan Pos Persepsi Berperan Aktif dalam Implementasi Simphoni:
- BRI,
- BNI,
- Mandiri
- Pos Indonesia.

Kategori Wajib Bayar dengan Kontribusi PNBP Terbesar : 
- Kelompok PNBP Sumber Daya Alam  Minyak dan Gas Bumi: PT Chevron Pasifik Indonesia
- Kelompok PNBP Sumber Daya Alam Non Minyak dan Gas Bumi: PT Kaltim Prima Coal
- Kelompok PNBP Bagian Pemerintah atas Laba BUMN: PT Pertamina
- Kelompok PNBP Kementerian/Lembaga: PT. Telkomsel   
                                                                    Sumber : kemenkeu.co.id

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here