Delapan Tim Arsitek Muda Jadi Juara di SMLYAC

293

Tangerang– Acara Sinar Mas Land Young Architect Competition (SMLYAC) 2017 ke-3 akhirnya berakhir, dan 8 tim pemenang (SMLYAC) diumumkan sebagai pemenang lewat acara Awarding Ceremony di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Kamis (30/11) malam.

Delapan tim pemenang berasal dari tiga kategori sayembara yang berbeda. Di antaranya kategori residential, commercial, dan digital working space. Dan seluruh pemenang berhak mendapatkan hadiah total sebesar Rp450 juta.

Untuk kategori residential, pemenang pertama diraih tim Elevated Terrace Park dari Universitas Katolik Parahyangan Bandung, berhak mendapatkan hadiah uang senilai Rp75 juta. Pemenang kedua diraih tim Sculpture Garden dari Universitas Katolik Parahyangan Bandung yang berhak mendapatkan hadiah uang senilai Rp50 juta. Untuk pemenang ketiga tim Vana Residence dari Universitas Katolik Parahyangan Bandung, berhak mendapatkan hadiah uang senilai Rp25 juta.

Sementara di kategori commercial, pemenang pertama dari tim Living Nest Universitas Katolik Parahyangan Bandung dengan hadiah uang senilai Rp75 juta. Pemenang kedua,  tim Net Working Chamber dari Universitas Tarumanegara, berhak mendapatkan hadiah uang senilai Rp50 juta. Pemenang ketiga tim E(Ssence) dari Alumni Institut Teknologi Bandung (ITB), yang berhak mendapatkan hadiah uang senilai R25 juta.

Kategori Digital Working Space, pemenang pertama diraih tim The Equilirium dari Alumni Institut Teknologi Bandung (ITB) dengan hadiah uang senilai Rp100 juta. Serta pemenang  kedua dari tim Digital Crafting Alumni Institut Teknologi Bandung (ITB)berhak mendapatkan hadiah uang senilai Rp50 juta.

Head of Corporate Communication Sinar Mas Land Panji Himawan mengatakan, Sayembara SMLYAC ini bekerjasama dengan Ikatan Aristek Indonesia (IAI) sebagai even  yang ketiga kalinya dalam upaya bentuk kepedulian terhadap perkembangan dunia pendidikan, terutama bagi para arsitek muda yang karyanya tidak dapat dipandang sebelah mata. “Even ini merupakan wadah mereka untuk berkarya dan kami mencoba untuk mengapresiasi karya-karyanya. Ini juga akan memberikan peluang bagi para arsitek muda untuk turut berkontribusi dalam pengembangan industri properti di Indonesia. Kami berharap suatu hari nanti nama Arsitek Indonesia dapat menorehkan sejarah di dunia internasional melalui karyanya, dan siapa tahu orang tersebut adalah mantan pemenang dari SMLYAC,” kata Panji, Kamis (30/11). (dem)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here